Universitas Teknologi Isfahan di Kota Isfahan, Iran tengah, menjadi sasaran serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan itu mengakibatkan empat orang staf kampus terluka.
"Menurut laporan awal, serangan terhadap salah satu lembaga penelitian universitas juga menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan lain dan mengakibatkan luka ringan pada empat anggota staf universitas," bunyi keterangan Universitas Teknologi Isfahan dilansir AFP, Senin (30/3/2026).
Serangan itu terjadi pada Minggu (29/3) waktu setempat. Ini merupakan kali kedua bagi Universitas Teknologi Isfahan menjadi sasaran serangan AS dan Israel.
"Sekitar pukul 14.00 (1030 GMT) hari ini, Universitas Teknologi Isfahan menjadi sasaran untuk kedua kalinya (selama perang) oleh serangan udara brutal dari agresor Zionis-Amerika," kata universitas tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Fars.
Iran Ancam Serang Kampus AS di TimtengDua universitas di Iran hancur usai diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Garda Revolusi Iran mengeluarkan ultimatum untuk menyerang balik kampus-kampus AS di Timur Tengah.
Iran melontarkan ancaman ini setelah serangan tersebut. Iran memberi waktu sampai jam 12 siang, 30 Maret waktu Teheran.
"Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran," kata pernyataan yang diterbitkan oleh media Iran seperti dilansir AFP, Minggu (29/3).
Iran meminta seluruh mahasiswa, dosen, karyawan serta warga di sekitar kampus-kampus AS di negara-negara Teluk untuk menjaga jarak dari gedung. Beberapa universitas AS memang memiliki kampus yang tersebar di seluruh wilayah Teluk.
"Kami menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas-universitas Amerika di kawasan ini dan penduduk di sekitarnya untuk tetap berada satu kilometer dari kampus," demikian peringatan tersebut.
(ygs/ygs)





