Perang Berkecamuk di Timteng, Rusia Sebut Dewan Perdamaian Jadi tak Relevan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, Pemerintah Rusia belum membuat keputusan apakah akan bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atau tidak. Namun Peskov menilai, dengan perang yang saat ini berlangsung di Timur Tengah (Timteng), frasa "Dewan Perdamaian" menjadi tak relevan. 

"Tidak, belum ada keputusan seperti itu," ujar Peskov ketika ditanya apakah Rusia akan bergabung dengan Dewan Perdamaian, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Ahad (29/3/2026). 

Peskov kemudian langsung menyoroti perang yang saat ini tengah berlangsung di Timteng. Pergolakan di kawasan tersebut diketahui dipicu agresi yang diluncurkan AS dan Israel ke Iran.

"Secara keseluruhan, selama perang berlangsung, frasa 'Dewan Perdamaian' mungkin sekarang kurang relevan dibandingkan sebelum dimulainya perang ini. Kita mungkin perlu menunggu sampai kapan hal itu akan berakhir," ujar Peskov.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Dia mengatakan, Rusia memandang negara-negara di Teluk Arab sebagai mitra dan ingin meningkatkan kerja sama dengan mereka. "Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya adalah mitra dan teman baik kami. Mereka termasuk negara-negara yang ingin kami kembangkan kerja sama bilateralnya," ucapnya.

"Kami akan terus seperti ini karena kami menghargai hubungan kami dengan mereka," tambah Peskov. 

AS dan Israel meluncurkan agresi ke Iran pada 28 Februari 2026. Iran merespons serangan tersebut dengan melancarkan serangan udara balasan ke berbagai fasilitas militer dan diplomatik AS di Timur Tengah. Wilayah Israel pun tak luput dari serangan balasan Iran. 

Hingga kini perang antara AS-Israel dengan Iran masih berlangsung. Selain membalas serangan Washington dan Tel Aviv, Iran telah memperketat akses lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah tersebut mengakibatkan harga minyak dunia bergejolak. Lebih dari 20 persen pasokan minyak global diketahui harus melintasi Selat Hormuz setiap harinya. (Kamran Dikarma)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Strategi InJourney Menyatukan 6 Lini Bisnis di Ekosistem Aviasi dan Pariwisata Indonesia
• 55 menit laludetik.com
thumb
Polres OKU Selatan Bocorkan Motif Pembunuhan Staf Bawaslu
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Proyektor Terbaik 2026 di Bawah $500, Bioskop Rumah Jadi Lebih Terjangkau
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Shayne Pattynama: Stop Bully Pemain Timnas Indonesia
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kondisi Arus Balik Via MBZ Pada H+7 Lebaran: Mulai Melandai
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.