Bisnis.com, JAKARTA – Emiten emas Grup Rajawali Corpora milik Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) mengantongi lonjakan laba bersih pada 2025 sejalan dengan moncernya pendapatan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, ARCI membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$496,23 juta. Capaian itu lebih tinggi 72,53% year-on-year (YoY) dari pendapatan US$287,61 juta pada Januari-Desember 2024.
Pendapatan ARCI sepanjang 9 bulan 2025 berasal dari pasar domestik US$390,86 juta dan luar negeri US$96,37 juta. Pelanggan ARCI dengan nilai pembelian terbesar a.l. PT Suka Jadi Logam US$153,06 juta, PT Swarnim Murni Mulia US$95,02 juta, PT Lotus Lingga Pratama US$61,97 juta, PT Indo Prosperity International US$60,2 juta, dan PT Untung Bersama Sejahtera US$4,09 juta.
Di tengah lonjakan pendapatan, beban pokok penjualan ARCI hanya tumbuh tipis dari US$227,09 juta pada 2024 menjadi US$286,18 juta pada 2025. Pada saat yang sama, ARCI mencatat beban penjualan US$476.634, beban umum dan administrasi US$11,81 juta, beban operasi lain US$1,88 juta, beban keuangan US$4024 juta, serta beban pajak penghasilan US$63,42 juta.
Moncernya top line emiten tambang emas itu berimbas positif terhadap profitabilitas perusahaan. Pada 2025, ARCI mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar US$101,82 juta. Capaian melonjak 873,71% YoY dari laba bersih US$10,45 juta pada 2024 atau tumbuh hampir 10 kali lipat.
Dengan asumsi kurs 2025 sesuai laporan keuangan ARCI sebesar Rp16.778 per dolar AS, laba bersih perseroan pada 2025 itu setara dengan Rp1,7 triliun.
Sebelumnya, Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra menyampaikan ARCI berpotensi meningkatkan produksi/ penjualan emas menjadi 70.000 ounce pada semester II/2025. Dengan potensi harga emas mencapai US$3.500—US$3.600 per ounce, perusahaan dapat membukukan laba sekitar US$50 juta pada paruh kedua 2025.
“Kami harapkan kinerja semester II/2025 naik, selain dari sisi produksi juga didukung harga emas yang bullish,” imbuhnya pada awal September lalu.
Sampai akhir 2025, sambung Rudy Suhendra, ARCI setidaknya dapat mengerek volume produksi/ penjualan emas sekitar 25% dari realisasi tahun lalu. Pada 2024, penjualan emas ARCI mencapai 97.100 ounce, dengan volume produksi 93.400 ounce.
Dia menambahkan dengan estimasi laba yang naik 10 kali lipat hingga akhir 2025, manajemen membuka peluang adanya pembagian dividen bagi pemegang saham. Namun, keputusan tersebut bergantung pada hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) nantinya untuk menentukan apakah alokasi dana kas dipakai untuk percepatan ekspansi, atau pembagian dividen.
“Ada peluang profit 2025 tumbuh 10 kali lipat sehingga ada peluang dividen. Tapi tentunya sesuai mekanisme RUPS, sesuai putusan pemegang saham. Mungkin nanti dari performa 2026,” tuturnya.





