Suaranya Bergetar, Dedi Mulyadi Minta Maaf pada Warga Jabar di Momen Lebaran, Singgung Warga yang Tak Mampu Beli Kain Kafan

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta maaf kepada warga Jabar di momen Lebaran. Dalam permintaan maaf itu, Dedi menyinggung soal warga yang tak mampu beli kain kafan.

Seperti diketahui, umat muslim di Tanah Air baru saja merayakan momen Idul Fitri alias Lebaran. Salah satu tradisi yang paling melekat dalam perayaan Lebaran ini adalah saling bermaaf-maafan.

Maaf-maafan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran, khususnya di Indonesia. Setelah melaksanakan salat Idulfitri, keluarga, kerabat, hingga teman saling bersalaman dan mengucapkan permohonan maaf.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum lama ini. Selepas melaksanakan salat Idul Fitri pada (21/03/2026). Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf pada warga Jawa Barat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami dan kami mohon ampun kepada Allah belum memberikan pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat," ucap pria yang akrab disapa KDM tersebu dilansir dari TribunJabar.ID.

Kala itu, Dedi mulyadi tengah berpidato di hadapan warga usai salat Idulfitri di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Dedi awalnya menyinggung soal kesejahteraan masyarakat Jabar yang belum merata.

Setelah itu, dia menyinggung masalah di Jabar yang belum terselesaikan, dari jalan rusak, irigasi yang belum memadai, hingga belum optimalnya layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menyebut berbagai masalah itu belum bisa diselesaikan secara merata karena kurangnya alokasi keuangan yang terbatas.

"Saya sampaikan permohonan paaf pada seluruh warga Jabar apabila ada yang meninggal tak mampu membeli kain kafan."

"Apabila ada anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu, atau apabila masih ada rumah yang tak bisa makan karena kehabisan beras," ujarnya.

Di momen itu, Dedi Mulyadi mengakui dirinya malu karena masih ada warga Jabar yang sulit berobat akibat masalah BPJS dan anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan layak.

 

Selain itu, masalah pajak dan iuran juga disorot sang gubernur. Menurutnya beratnya pajak dan iuran masih membebani masyarakat dan belum sebanding dengan kesejahteraan yang diterima.

“Pemimpin tidak bisa tidur ketika masih ada rakyat yang lapar, tidak sekolah, atau kesulitan berobat,” ucapnya.

Di akhir pidatonya, Dedi Mulyadi juga berterima kasih pada warga Jabar yang sudah membayar pajak. Dedi berjanji untuk terus berbenah, mengevaluasi kinerjanya, dan menggerakkan birokrasi dan keuangan daerah agar pelayanan publik makin baik.

"Lebaran hari ini bisa terlaksana dengan baik, dengan tertib, penuh riang gembira."

"Tapi di antara riang gembira itu Lebaran itu pasti ada tetesan air mata," katanya usai Shalat Id di Gedung Sate, Kota Bandung, dikutip dari Kompas.com.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami dan kami mohon ampun kepada Allah belum memberikan pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat," ujar Dedi Mulyadi minta maaf pada warga Jabar di momen Lebaran. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga sebut pergerakan arus balik Tol Trans Jawa telah melandai
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Saat Zebra Cross Terputus di Tebet, Dicat Ulang Warga dengan Gambar "Pac-Man"
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenhaj: Keberangkatan Pertama Jemaah Haji RI ke Saudi 22 April
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Makassar, Korban Meninggal Dunia | BORGOL
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Houthi Yaman akan terus serang Israel sampai berhenti serang Iran
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.