Stasiun Bogor Kembali Dipadati Pekerja Usai Libur Lebaran

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com- Suasana di Stasiun Bogor kembali tampak ramai pada Senin (30/3/2026) pagi.

Para penumpang memadati area stasiun, didominasi para pekerja yang kembali beraktivitas menuju Jakarta usai libur Lebaran.

Mayoritas penumpang mengenakan pakaian kerja, seperti kemeja, celana bahan, hingga sepatu formal.

Sejumlah di antaranya masih membawa tas besar atau koper. Hal ini menandakan mereka baru kembali dari kampung halaman.

Baca juga: DPRD DKI: Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran Jangan Jadi Beban

Di area pintu masuk, penumpang yang akan tap-in kartu elektronik masuk secara bergantian.

Terlihat dua hingga tiga orang berdiri menunggu giliran di setiap gate.

Begitu melewati gate, kepadatan mulai terasa. Penumpang berjalan beriringan menuju peron dengan langkah cepat. Ada pula penumpang yang berlari-lari kecil.

Suara pengumuman dari pengeras stasiun bersahut-sahutan.

“Jalur tiga akan diberangkatkan kembali KRL tujuan Jakarta Kota, rangkaian 12 kereta,” terdengar dari pengeras suara.

Kepadatan paling terasa saat KRL tiba di peron. Penumpang tampak merapat ke garis tunggu, bersiap masuk ke dalam gerbong.

Baca juga: Usai Lebaran, Komuter Depok–Jakarta Kembali ke Rutinitas 2 Jam di Jalan

Alsena (28), salah satu penumpang tujuan Jakarta, mengaku baru mulai bekerja hari ini setelah cuti Lebaran.

Ia menyebut kondisi stasiun sudah terasa sibuk sejak pagi.

“Ini hari pertama saya masuk kerja lagi. Tadi pas tap-in memang tidak terlalu lama antre, tapi tetap ada beberapa orang di depan saya. Begitu masuk ke dalam, baru terasa ramai sekali, apalagi di peron,” ujar Alsena saat berbincang dengan Kompas.com, Senin.

Menurut dia, meski kondisi cukup padat, ia tetap memilih menggunakan KRL karena dinilai paling efisien untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Sudirman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Tetap lebih baik naik kereta. Tidak harus macet-macetan,” tutur Alsena.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Pria di Mimika Papua Tewas dengan 19 Anak Panah, Pelaku Diburu
• 22 jam laludetik.com
thumb
Mentan Amran Mengeluh soal Beras: Saat Impor Ribut, Giliran Ekspor Sepi Beritanya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Bulog Pastikan Stok Pangan Terjaga Meski Ada Gejolak Timteng hingga Godzilla El Nino
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Tokyo, Kunjungan Perdana ke Jepang Disambut Langsung Pejabat Tinggi
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Balik, Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan Terus Meningkat
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.