Sekretariat Jenderal DPR RI melakukan efisiensi menghadapi kondisi ekonomi dunia yang tak menentu buntut konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang tak kunjung usai. DPR RI kini tak lagi memberikan jamuan berupa makanan ringan saat rapat internal yang dipimpin oleh eselon 1.
"Ya selama ini kan kalau rapat-rapat itu disediakan snack. Nanti kalau rapatnya panjang sampai jam 13.00, disiapin lagi apa nasi boks atau apa gitu ya, kita sebutlah makan besar gitu ya. Sebenarnya sih bukan makan besar ya, snack sama makan siang gitu," kata Indra saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Ia menyebut rapat di unit biro tak ada jamuan camilan. Indra mengatakan snack sebelumnya hanya dihadirkan untuk rapat yang dipimpin oleh eselon 1.
"Itupun rapatnya kalau dipimpin oleh eselon 1 gitu ya ini ya. Jadi kalau dipimpin eselon 1 itu tidak diperbolehkan, dulu pernah kita terapin waktu apa di Covid apa ya? Jadi, kalau nanti rapat-rapat apa di lingkungan unit biro atau bagian, nah itu nggak boleh ada jamuan ini," ungkapnya.
Indra mengatakan konsep efisiensi DPR berlangsung untuk anggaran satu tahun ke depan. Penggunaan listrik dari mulai lampu hingga AC juga dikurangi sampai pukul 18.00 WIB.
"Itu sudah sampai Desember konsepnya. Maksud saya sampai dengan satu tahun anggaran ke depan sikap kita harus sudah dengan sikap efisiensi ke depan. Sudah nggak bisa lagi sekedar karena ada krisis atau ada pembatasan pemerintah sedang meminta kepedulian, saya kira bukan itu lagi sekarang," ujar Indra.
Lantas apa saja sektor yang diefisiensi oleh DPR RI? Berikut ulasannya dihimpun detikcom.
(dwr/ygs)




