Bisnis.com, YERUSALEM — Perayaan Misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus Yerusalem untuk pertama kalinya dalam beberapa abad terakhir tidak terlaksana setelah kepolisian Israel melarang Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem mengikuti ibadah tersebut pada momentum awal Pekan Suci umat Katolik.
Dalam pernyataannya, Patriark Latin Yerusalem menjelaskan bahwa Kardinal Pizzaballa bersama Kustos Tanah Suci Francesco Ielpo dihentikan aparat saat berjalan menuju lokasi ibadah.
Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa Kardinal Pizzaballa dan rombongan dipaksa berputar balik oleh aparat keamanan saat hendak memasuki kawasan gereja yang menjadi salah satu situs paling suci bagi umat Katolik di dunia.
Dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026), pelarangan itu menandai untuk pertama kalinya seorang pemimpin gereja dicegah ikut serta memperingati Minggu Palma di Gereja Makam Kudus, yang secara historis menjadi pusat perayaan Pekan Suci di Yerusalem.
Patriarkat Latin Yerusalem menilai tindakan tersebut sebagai preseden yang berpotensi mengganggu praktik kebebasan beribadah, terutama pada masa yang dianggap sakral bagi umat Katolik global.
Dalam pernyataan resminya, otoritas gereja juga menegaskan bahwa para pemimpin gereja selama ini telah mematuhi berbagai pembatasan keamanan yang diberlakukan otoritas Israel sejak eskalasi konflik regional pada akhir Februari lalu. Pembatasan tersebut antara lain mencakup pembatalan kegiatan publik serta pengaturan ibadah agar dapat diikuti secara daring oleh umat di berbagai negara.
Baca Juga
- Perang Iran Buat Harga Tiket Pesawat Melonjak Tinggi di Asia dan Eropa
- Daftar Negara yang Kapal Minyaknya Dapat Lampu Hijau Iran Melintasi Selat Hormuz
- Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi, Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Patriark Latin Yerusalem menyampaikan keprihatinan atas dampak insiden tersebut terhadap umat Katolik, baik di Yerusalem maupun di berbagai belahan dunia, mengingat Minggu Palma merupakan salah satu momentum penting dalam kalender liturgi gereja yang menandai dimulainya rangkaian Pekan Suci menuju perayaan Paskah.
"Langkah yang benar-benar tak masuk akal dan sangat tidak proporsional," kata Patriark Latin
Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip kebebasan beribadah serta menjaga status quo yang selama ini mengatur pengelolaan tempat-tempat suci di Yerusalem, yang menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di kawasan tersebut





