Analis nilai ekonomi domestik relatif stabil di tengah gejolak global

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tetap stabil, karena ditopang oleh konsumsi domestik dan stimulus fiskal pemerintah.

Ia menilai revisi proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga global, lebih dipicu oleh faktor eksternal, terutama kenaikan harga energi dan konflik geopolitik.

"Meski begitu, risiko perlambatan tidak terlalu dalam karena konsumsi domestik dan stimulus fiskal tetap menjadi penopang utama, sehingga ekonomi cenderung melambat secara moderat, bukan mengalami penurunan tajam," ujar Nico dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang masih berlangsung, Nico mengatakan pelaku pasar masih akan enggan untuk masuk ke dalam aset-aset berisiko, seperti saham, meskipun peluang tetap ada dan terbuka.

"Pasar obligasi, mungkin terlihat menarik, meskipun pelaku pasar dan investor juga menanti imbal hasil obligasi 10 year berada di atas 7 persen," ujar Nico.

Senada dengan itu, analis ekonomi politik pasar saham Kusfiardi menilai bahwa kondisi pasar saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen musiman domestik, melainkan oleh supply shock akibat konflik antara AS dengan Iran.

"Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai balasan atas ketegangan dengan AS-Israel telah memukul Indonesia tepat di titik lemahnya, ketergantungan pada impor BBM," ujar Kusfiardi.

Menghadapi ketidakpastian global, Kusfiardi menilai pelaku pasar masih akan menerapkan strategi ultra-defensif, dengan tindakan diantaranya, pertama, selektivitas sektor untuk tujuan menghindari sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan suku bunga, seperti properti dan otomotif.

​Kedua, fokus pada likuiditas dengan mengalihkan eksposur ke saham-saham perbankan besar (big caps) yang memiliki fundamental kuat dan sektor telekomunikasi yang lebih tahan banting terhadap gejolak komoditas.

Ketiga, instrumen lindung nilai dengan mempertimbangkan aset aman seperti emas sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas nilai tukar.

​"Fundamental ekonomi Indonesia memang masih terjaga dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen, namun arah pasar ke depan akan sangat bergantung pada respons diplomasi internasional di Selat Hormuz dan keberanian pemerintah dalam menata ulang ruang fiskal di tengah melonjaknya harga energi dunia," ujar Kusfiardi.

Di sisi lain, Kusfiardi mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi energi dalam APBN hingga Rp10,3 triliun.

Apabila harga minyak Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel dalam jangka panjang, defisit anggaran dikhawatirkan melampaui batas aman 3 persen PDB.

​Ia juga mengingatkan adanya risiko stagflasi pada kuartal II-2026, indikasinya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi melambat sementara inflasi merangkak naik akibat biaya logistik dan energi yang membengkak.

"Langkah Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di level 4,75 persen adalah upaya defensif yang digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah, namun ruang untuk pelonggaran moneter kini tertutup," ujar Kusfiardi.

Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada pekan pertama pasca libur Lebaran (23-27 Maret 2026) menunjukkan pola volatilitas tinggi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.097,057 pada perdagangan Jumat (27/3), sementara, rupiah tertahan di rentang level Rp16.850 - Rp16.997 per dolar AS.

Tekanan tersebut terjadi seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia yang menyentuh di atas 100 dolar AS per barel akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, jalur yang memasok 20 persen kebutuhan minyak global.



Baca juga: Esensi sinyal moral disiplin fiskal bagi penyelenggara negara

Baca juga: Purbaya pastikan APBN masih kuat serap kenaikan harga minyak global

Baca juga: Analis lihat peluang sektor komoditas energi di tengah tekanan minyak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Desa Sigarang Garang Karo, Salah Satu Proyek Rekaman Videografer Amsal Sitepu
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Polres Batu Beri Reward pada Personel Prestasi sebagai Bentuk Apresiasi Pimpinan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Islandia jadi Tim Eropa Terakhir yang Berkunjung ke SUGBK: Bakal Ada Cerita Berbeda saat Timnas Indonesia Menjamu Bulgaria Malam Nanti?
• 4 jam lalubola.com
thumb
Nekat Unggah VCS Suami, Sederet Kontroversi Clara Shinta Disorot Lagi
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Refly Harun Beber Langkah Lanjutan Kubunya terkait Kasus Ijazah Jokowi
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.