Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Gencar Cari Sumber Pundi-Pundi Baru

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Tetesan bahan bakar jatuh dari nosel setelah mengisi bahan bakar mobil di sebuah SPBU, seiring meningkatnya kekhawatiran tentang pasokan bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Dhaka, Bangladesh, 10 Maret 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih tetap dan belum mengalami kenaikan. Adapun, di tengah ketidakpastian global, pemerintah kini fokus untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor lainnya seperti mineral.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan hingga kini belum ada opsi pembatasan maupun kenaikan subsidi BBM. Kebijakan energi tetap diarahkan untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil.

"Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi," ujar Bahlil ditemui di Kemenko Perekonomian, dikutip Senin (30/3/2026).


Baca: Perbandingan Harga Terbaru BBM RI dengan Negara Tetangga

Ia lantas memastikan belum ada perubahan dalam skema subsidi BBM. Meski demikian, ia mengakui kondisi global yang dinamis dapat memengaruhi kebijakan ke depan.

Namun di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menambah penerimaan negara dari sumber daya alam, khususnya mineral.

Bea Keluar Batu Bara dan Nikel

Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah penerapan bea keluar untuk komoditas batu bara dan nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari ekspor komoditas tersebut.

Hanya saja, Bahlil memastikan hingga kini kebijakan tersebut belum final dan masih dalam tahap perhitungan bersama Kementerian Keuangan.

"Saya pikir belum. Karena itu menunggu hasil kajian kami dengan tim dari ESDM dan tim dari Kementerian Keuangan," ujar Bahlil.

Pajak Ekspor NPI

Selain itu, pemerintah juga mengkaji pengenaan pajak ekspor terhadap produk hilirisasi nikel, seperti nickel pig iron (NPI).

Menurut Bahlil, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan penerimaan negara di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

"Karena dalam kondisi negara seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif sumber-sumber pendapatan. Salah satu diantaranya karena kita dorong untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi," kata Bahlil.

Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan perhitungan dan kajian terkait formulasi yang tepat untuk penerapan bea keluar dari produk NPI, termasuk skema dan besaran tarifnya.

HMA Nikel Bakal Naik

Tak berhenti di situ, pemerintah memastikan bahwa Harga Mineral Acuan (HMA) nikel juga akan dinaikkan. Kebijakan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor mineral.

"Bukan kemungkinan, sudah menjadi keputusan dari kami. Bahwa kami akan menaikkan HMA-nya. Jadi harga standar acuan nikelnya kami akan naikkan," kata Bahlil.

Bahlil juga berencana memangkas kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengatur produksi nikel agar selaras dengan kebutuhan industri dalam negeri, sehingga harga tidak jatuh akibat kelebihan pasokan.

"Menyangkut dengan nikel. Nikel juga RKAB-nya kita akan membuat keseimbangan antara supply and demand. Berapa kebutuhan pabrik kita, itu yang kita akan mengeluarkan. Supaya harganya tidak juga jatuh," ujar Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: PM Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Jadi 200 Liter per Bulan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M7,3 Guncang Vanuatu, Tidak Berpotensi Tsunami
• 36 menit laluokezone.com
thumb
Prabowo Bidik 100 GW Energi Surya, Kejar Transformasi Ekonomi
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal KRL Yogyakarta Solo Pekan Ini 30 Maret 5 April 2026
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Misi Besar Brasil di Tangan Carlo Ancelotti! Bebeto Turun Tangan Jelang Piala Dunia 2026
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi XIII kebut pembahasan RUU PSDK, pemerintah serahkan DIM
• 21 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.