Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan pembangunan rumah susun (rusun) untuk relokasi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, akan segera direalisasikan.
Kepastian tersebut disampaikan Maruarar usai meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di Jalan Kramat Raya, Minggu, 29 Maret 2026. Lahan seluas 1,61 hektare milik PT Angkasa Pura Indonesia itu disiapkan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Maruarar menegaskan, proyek ini merupakan hasil sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga BUMN dan pihak swasta. Ia memastikan proses pembangunan akan dipercepat, terutama dari sisi perizinan.
"Yang pasti rusun ini akan segera dibangun. Perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, skema pembangunan saat ini masih dimatangkan dan akan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam waktu dekat.
Sejumlah opsi tengah dibahas, di antaranya pembangunan oleh Perum Perumnas sebanyak 1.000 unit dalam dua tower dengan dukungan pembiayaan APBN. Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menyatakan kesiapan membangun 690 unit hunian lengkap dengan fasilitas pendukung.
Di sisi lain, Maruarar juga mengungkapkan bahwa Kementerian PKP telah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.100 unit rumah di DKI Jakarta pada 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat di lima wilayah kota administrasi, termasuk Kepulauan Seribu.
Pemerintah menargetkan pembangunan rusun di Senen dapat dimulai melalui groundbreaking pada Mei 2026. Proyek ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam menjawab kebutuhan hunian di kawasan perkotaan padat.
Editor: Redaksi TVRINews





