Analis Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Stabil Meski Terdampak Gejolak Global dan Konflik Timur Tengah

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Analis menilai kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil di tengah gejolak global yang dipicu konflik geopolitik dan kenaikan harga energi dunia, dengan konsumsi domestik serta stimulus fiskal pemerintah tetap menjadi penopang utama pertumbuhan.

Konsumsi Domestik Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga global lebih dipengaruhi faktor eksternal, terutama konflik geopolitik dan lonjakan harga energi.

"Meski begitu, risiko perlambatan tidak terlalu dalam karena konsumsi domestik dan stimulus fiskal tetap menjadi penopang utama, sehingga ekonomi cenderung melambat secara moderat, bukan mengalami penurunan tajam.", ujar Nico.

Ia menambahkan pelaku pasar saat ini cenderung berhati-hati untuk masuk ke aset berisiko seperti saham di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Pasar obligasi, mungkin terlihat menarik, meskipun pelaku pasar dan investor juga menanti imbal hasil obligasi 10 year berada di atas 7 persen.", ujarnya.

Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Pasar dan Energi

Analis ekonomi politik pasar saham Kusfiardi menilai kondisi pasar saat ini dipengaruhi supply shock akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai balasan atas ketegangan dengan AS-Israel telah memukul Indonesia tepat di titik lemahnya, ketergantungan pada impor BBM.", ujarnya.

Menurut dia, pelaku pasar kini cenderung menerapkan strategi ultra-defensif dengan menghindari sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan suku bunga seperti properti dan otomotif.

Investor juga mulai fokus pada saham perbankan besar yang memiliki fundamental kuat serta sektor telekomunikasi yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak komoditas.

Kusfiardi menambahkan emas menjadi salah satu instrumen lindung nilai yang dipertimbangkan investor untuk menghadapi volatilitas nilai tukar.

"Fundamental ekonomi Indonesia memang masih terjaga dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen, namun arah pasar ke depan akan sangat bergantung pada respons diplomasi internasional di Selat Hormuz dan keberanian pemerintah dalam menata ulang ruang fiskal di tengah melonjaknya harga energi dunia.", katanya.

Ia juga mengingatkan setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi energi dalam APBN hingga Rp10,3 triliun.

Jika harga minyak Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel dalam jangka panjang, defisit anggaran dikhawatirkan dapat melampaui batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto.

Selain itu, terdapat potensi risiko stagflasi pada kuartal II-2026, yaitu kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melambat sementara inflasi meningkat akibat biaya logistik dan energi yang lebih tinggi.

Kusfiardi menilai langkah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen merupakan strategi defensif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada pekan pertama setelah libur Lebaran menunjukkan volatilitas tinggi dengan Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di level 7.097,057 pada Jumat (27/3).

Sementara itu nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp16.997 per dolar Amerika Serikat seiring melonjaknya harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maruarar Pastikan Rusun Relokasi Warga Senen Segera Dibangun
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Tembus 1 Juta Penonton, Tunggu Aku Sukses Nanti Susul Danur Raih 1,5 Juta
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ini Penyebab IHSG Anjlok 1,08%
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
[FULL] Perang Iran & AS-Israel, Pengamat Timur Tengah Analisis yang Lebih Unggul-Masuki Fase Akhir?
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Samin Tan: Tersangka Kejagung yang Pernah Selamatkan BUMI
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.