JAKARTA, DISWAY.ID – Kuwait terancam kehabisan air minum setelah pembangkit listrik dan instalasi air Doha porak poranda oleh rudal Iran.
Tidak hanya instalasi air di Doha, rudal Iran juga menghantam pembangkit listrik pada Minggu 29 Maret lalu.
Kehancuran 2 instalasi fital milik Kuwait ini juga telah dikomfirmasi oleh NASA melalui citra satelit yang diungkap pada Senin 30 Maret.
Dari foto yang dilansir NASA, terlihat bekas kebakaran dan asap yang masih mengepul dari 2 fasiltas penting tersebut.
BACA JUGA:PANAS! Pentagon Siapkan Serangan Darat Berminggu-Minggu ke Iran, Tinggal Tunggu Restu Trump
BACA JUGA:Wamen HAM Sebut Ratusan WNI Terdampak di Qatar-Kuwait, Akibat Konflik Timur Tengah
Doha West adalah fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi gabungan terbesar di Kuwait dengan kapasitas pembangkit listrik 2.400 MW serta menghasilkan 110 juta galon air per hari, yang menyumbang 38,5 persen persen dari seluruh produksi desalinasi Kuwait.
Bahkan Kuwait sendiri mengantungkan 90 persen air minumnya yang diproduksi di instalasi air ini.
Dalam peristiwa tersebut dikabarkan seorang pekerja asal India meningeal dunia dan beberapa pekerja lainnya terluka.
Menurut Kantor Berita Kuwait, Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengatakan sebuah gedung layanan di salah satu pembangkit listrik dan pabrik penyulingan airnya rusak berat.
BACA JUGA:Menteri P2MI Ungkap PMI di Kuwait Trauma Akibat Dampak Konflik di Wilayah Timur Tengah
BACA JUGA:Bahrain Kehabisan Stok Minyak Pasca Rudal Iran Hancurkan Kilang Minyak Bapco
Pihak tim teknis dan tanggap darurat Kuwait segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mengelola dampaknya sesuai dengan rencana darurat yang disetujui kementerian, tambahnya.
Fatima Jawhar Hayat selaku Juru bicara Kementerian, mengatakan pihak terkait telah berhasil mengendalikan situasi.
Meskipun terjadi serangan, kementerian menekankan bahwa efisiensi operasional di seluruh jaringan listrik dan air tetap terjaga.
- 1
- 2
- »





