JAKARTA, KOMPAS.TV - Ancaman krisis energi global yang dipicu kondisi geopolitik membuat pemerintah mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Menanggapi hal ini, Technical Chef produsen tepung beras, Igun Gunawan atau yang akrab disapa Chef Gun, menekankan bahwa kontribusi penghematan energi bisa dimulai dari dapur rumah tangga tanpa harus menunggu kebijakan besar.
"Banyak orang berpikir krisis energi itu urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya kontribusi besar. Cara kita memasak setiap hari itu menentukan,” ujar dia di Jakarta, Minggu (29/3/2026) dikutip Antara.
Chef Gun menyoroti pola memasak masyarakat yang masih kurang efisien. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Baca Juga: BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Beberapa Wilayah Jawa Timur Hari Ini 30 Maret 2026
“Tanpa sadar, kita sering buang gas hanya karena tidak siap. Kompor sudah menyala, tapi masih sibuk potong bahan. Ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” jelasnya.
Menurutnya, disiplin dalam persiapan memasak menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam menekan konsumsi LPG.
Tak hanya soal kebiasaan, teknik memasak juga menentukan efisiensi energi. Chef Gun menyebut, perlakuan awal terhadap bahan makanan bisa mempercepat proses memasak.
“Teknik sederhana seperti merendam bahan itu sebenarnya sudah lama dikenal, tapi sering diabaikan. Padahal ini cara paling mudah untuk mempercepat masak tanpa harus menambah waktu pemanasan,” ujarnya.
Langkah kecil ini dinilai mampu mengurangi durasi penggunaan kompor secara signifikan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- hemat energi
- tips memasak
- krisis energi
- hemat bbm
- teknik memasak efisien





