Studi Ungkap 10 Tanda Penuaan Dini yang Sembunyi dalam Darah

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi 10 penanda dalam darah yang dapat membantu membedakan antara usia kronologis dan usia biologis seseorang.

Usia kronologis biasanya dirayakan setiap 12 bulan sekali, ketika kamu merayakan ulang tahun kelahiran. Namun, usia tersebut tidak selalu sejalan dengan kondisi tubuh sebenarnya, atau yang dikenal sebagai usia biologis.

Selama ini, sudah ada berbagai metode untuk mengukur usia biologis. Kendati para peneliti menilai masih dibutuhkan cara yang lebih sederhana dan akurat. Tes darah yang mendeteksi biomarker tertentu dinilai bisa menjadi solusi yang menjanjikan.

Penelitian baru yang dipimpin oleh tim dari University of Konstanz, Jerman, mencoba menggunakan teknik pemindaian darah untuk meningkatkan pemahaman tentang proses penuaan biologis, sekaligus menjadi sistem peringatan dini terhadap risiko penyakit terkait usia.

“Proses penuaan biologis sangat kompleks,” ujar Maria Moreno-Villanueva, ahli biologi dari University of Konstanz. “Ia memengaruhi seluruh jaringan dan organ tubuh, dan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal.”

Ia menambahkan, satu biomarker saja tidak cukup untuk menentukan usia biologis seseorang secara akurat. Selain itu, terdapat perbedaan cara penuaan antara laki-laki dan perempuan.

Dalam studi yang terbit di jurnal Aging Cell ini, para ilmuwan awalnya mengukur 362 parameter berbeda dari sampel darah 3.300 orang berusia 35 hingga 74 tahun. Dengan bantuan pemodelan statistik dan machine learning, mereka kemudian menyaringnya menjadi 10 biomarker paling penting dengan daftar terpisah untuk pria dan wanita.

Penyaringan ini dilakukan dengan membandingkan setiap biomarker yang mencakup sinyal kimia, genetik, seluler, hingga molekuler, dengan usia kronologis. Kombinasi yang paling akurat dalam memprediksi usia kemudian dipilih.

Hasilnya, para peneliti mendapatkan pola yang menunjukkan seperti apa kondisi darah seseorang pada usia tertentu. Jika rating usia darah seseorang tidak sesuai dengan usia sebenarnya, maka hal itu bisa menjadi indikator apakah ia mengalami penuaan biologis lebih cepat atau lebih lambat.

Untuk menguji akurasi metode ini, para peneliti melakukan uji coba pada kelompok yang diketahui memiliki tingkat penuaan berbeda, seperti penderita Down Syndrome (trisomi 21), perokok, dan perempuan yang menjalani terapi hormon.

Hasilnya, tes darah tersebut mampu mendeteksi perubahan yang sesuai dengan ekspektasi baik penuaan yang lebih cepat maupun lebih lambat yang menunjukkan bahwa biomarker yang digunakan telah diinterpretasikan dengan tepat.

“Semua hasil ini masuk akal dan mengonfirmasi validitas skor usia biologis kami,” kata Alexander Bürkle, ahli toksikologi molekuler dari University of Konstanz.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa biomarker tampaknya berperan langsung dalam mendorong penuaan (disebut drivers), sementara yang lain hanya menjadi indikator atau bystanders.

Temuan ini membuka peluang baru bagi para ahli untuk memahami kondisi kesehatan seseorang hanya melalui tes darah. Usia biologis sendiri dianggap sebagai indikator penting kebugaran dan kesejahteraan, di mana tubuh yang lebih muda umumnya berkorelasi dengan kesehatan yang lebih baik dan umur yang lebih panjang.

Para peneliti menilai, tes ini bisa digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari evaluasi kesehatan hingga mengukur efektivitas terapi yang bertujuan mencegah penyakit terkait penuaan.

Di tengah populasi global yang semakin menua, riset seperti ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa usia panjang juga diiringi kualitas hidup yang baik.

“Jika kita melihat skor usia biologis dari banyak orang yang lahir di tahun yang sama, kita akan menemukan variasi yang sangat besar,” ujar Moreno-Villanueva. “Ini menunjukkan dengan jelas bahwa setiap orang memiliki proses penuaan biologis yang unik, dan beberapa orang secara biologis bisa jauh lebih muda dari usia kronologisnya.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Siapkan Invasi Darat ke Iran, Trump Klaim Teheran Bisa Hancur Total dalam Hitungan Minggu
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Toraja Darurat Judi dan Narkoba: Ratusan Pemuda Geruduk Polres, Kapolres Teken 4 Komitmen
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Sepak Bola Wanita: MU Keok Lagi, El Clasico Masih Milik Barcelona
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
5 Mobil Transmisi Manual Paling Laku di 2026
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Polri Siapkan Lab Sosial Sains untuk Uji Pendekatan Pemolisian yang Tepat
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.