FAJAR, TORAJA UTARA – Gelombang keresahan masyarakat terhadap maraknya penyakit sosial di Toraja Utara akhirnya pecah. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Selamatkan Toraja (APST) menggelar aksi damai di Mapolres Toraja Utara, Kecamatan Tondon, Senin (30/3/2026) siang.
Membawa rapor merah bertajuk “Toraja Darurat Judi, Narkoba, dan Seks Bebas,” koalisi besar yang terdiri dari Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT), Pemuda Pancasila, GMKI, hingga berbagai elemen mahasiswa ini mendesak kepolisian bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Sorotan Mafia BBM hingga Judi Berkedok AdatTak hanya soal penyakit masyarakat, dalam pertemuan di ruang aspirasi Polres, massa juga membongkar praktik ilegal lainnya. Mereka menyoroti masifnya penyelundupan BBM dan Gas LPG 3 Kg keluar wilayah Toraja yang dilakukan secara melawan hukum.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, menyambut baik dukungan moril dari para pemuda. Ia mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu kendala di lapangan.
“Jujur, kami terbatas personel dan hal lainnya. Namun, dengan adanya dukungan moril ini, kami sangat terbantu dan siap berkomitmen penuh,” tegas AKBP Stephanus Luckyto di hadapan perwakilan massa.
Kapolres: Lembaga Keagamaan Punya Fungsi PantauKapolres juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri semata, melainkan butuh peran aktif warga sipil. Ia menyebut lembaga keagamaan seperti BPS Gereja Toraja memiliki peran strategis dalam fungsi pemantauan sosial.
“Jangankan pemuda dan mahasiswa, lembaga keagamaan dan institusi kepemudaan juga punya peran penting dalam mengawasi lingkungan kita,” tuturnya.
4 Poin Pakta Integritas Polres Toraja UtaraPertemuan tersebut menghasilkan empat poin kesepahaman yang menjadi janji suci Kapolres selama menjabat, yakni:
- Ganyang Penyakit Sosial: Berkomitmen memerangi narkoba, judi, dan seks bebas secara konsisten.
- Tanpa Toleransi Judi Adat: Tegas tidak memberi ruang bagi praktik judi yang berlindung di balik kedok adat dan budaya.
- Sanksi Internal: Menindak tegas anggota polisi yang terindikasi melegitimasi atau membekingi mafia judi.
- Sinergi Lintas Tokoh: Membangun kolaborasi terukur dengan tokoh agama, adat, dan pemuda sesuai UU Kepolisian.
APST menegaskan tidak akan tinggal diam jika janji ini diingkari. Mereka mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar untuk menuntut pertanggungjawaban pimpinan Polres Toraja Utara jika poin-poin kesepakatan tersebut tidak diindahkan dalam waktu dekat. (edy)





