Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren positif. Dia menyebut volume ekspor sawit meningkat signifikan menjadi 32 juta ton pada 2025.
Angka tersebut naik sebanyak 6 juta ton dari kinerja ekspor kelapa sawit pada 2025 sebanyak 26 juta ton. “Sawit kita, ekspor naik, naik 6 juta ton, 32 juta ton, dulu 26 (juta ton),” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (30/3).
Menurut dia, peningkatan ekspor sawit tidak lepas dari kebijakan pemerintah, khususnya dorongan pengembangan biofuel yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini disebut ikut mendorong kenaikan harga komoditas sawit di pasar global.
Dia menyebutkan kinerja ekspor kelapa sawit dari Indonesia bisa mempengaruhi harga kelapa sawit global. Dia mencontohkan jika Indonesia mengurangi ekspor ke global sebanyak 5 juta, maka harga minyak sawit dunia akan terkerek.
Respons petani terhadap harga yang lebih baik terlihat dari peningkatan produksi sawit. Dengan kondisi harga yang menguat, produksi sawit nasional disebut bisa meningkat signifikan. Amran bahkan menyebut potensi produksi bisa mencapai puluhan juta ton.
“Karena harga naik dunia, petani berproduksi bisa 10-60 juta ton. Jadi hebat kebijakan, itu baru kebijakan, belum anggaran,” jelasnya.





