Perseroan mencatat tahun penentu dengan pencapaian profitabilitas, ekspansi bisnis, dan penguatan posisi sebagai institusi keamanan siber berbasis AI di Indonesia.
Baca juga: Air Asia Catat Pendapatan Rp7,87 Triliun dan Kerugian Turun 15% di 2025
Kinerja ini ditandai dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp65,4 miliar, meningkat dari Rp0,8 miliar pada capaian 2024.
Laba usaha juga berbalik positif menjadi Rp92,5 miliar dibandingkan rugi usaha Rp435 juta pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan skala bisnis dan efisiensi operasional.
Pendapatan konsolidasi tumbuh 62,1% menjadi Rp527,1 miliar dari Rp325,1 miliar pada 2024. Laba bruto meningkat 141,6% menjadi Rp284,6 miliar, dengan margin laba bruto naik menjadi
54,0% dari sebelumnya 36,2%.
Total ekuitas meningkat menjadi Rp256,2 miliar, sementara gearing ratio membaik dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan struktur keuangan yang lebih sehat.
President Director dan Chief Executive Officer PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Rudolf Dannacher menyampaikan capaian 2025 menjadi momen penting bagi ITSEC Asia.
“Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI. Kami terus berkomitmen untuk melindungi masa depan digital Indonesia sekaligus memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham,” tegas dia.
Sepanjang FY2025, Perseroan terus menjalankan strategi untuk merespons lanskap ancaman siber yang semakin kompleks.
Salah satu langkah strategis adalah pembentukan PT ITSEC Cyber Academy yang berfokus pada pelatihan Cyber dan AI untuk sektor pemerintah dan enterprise.
Di sisi produk, peluncuran IntelliBroń Aman sebagai aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI menjadi tonggak penting.
Melalui kemitraan OEM pre-installation dengan Infinix Smartphone, aplikasi ini melampaui 100.000 unduhan dalam bulan pertama.
Sementara itu, IntelliBroń Orion terus memperkuat layanan bagi segmen UKM melalui threat intelligence berbasis AI dan respons insiden secara real time.
Kedua solusi ini mencerminkan upaya Perseroan dalam memperluas akses terhadap keamanan siber, tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga bagi UKM dan individu. Investasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Belanja modal Perseroan mencapai Rp27,0 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional.
Investasi ini mendukung penguatan platform keamanan siber berbasis AI serta pengembangan produk di berbagai segmen pasar.
Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang solid dengan net debt to equity ratio sebesar 0,20x pada akhir tahun, meningkat signifikan dari 1,13x pada awal periode.
ITSEC Asia juga memperkuat perannya di tingkat nasional melalui inisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN.
Inisiatif ini mendukung penguatan ketahanan digital nasional, termasuk perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, serta peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta UKM di Indonesia.
Layanan Professional Security Services dan Managed Security Services tetap menjadi kontributor utama, dengan dukungan klien di sektor jasa keuangan, energi, dan telekomunikasi.
Operasi di Singapura, sebagai hasil ekspansi regional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




