Australia akan memotong separuh cukai bahan bakar (BBM) selama tiga bulan mulai hari Rabu 1 April 2026 usai harga melonjak ke rekor tertinggi pada pekan lalu seiring menyebarnya dampak perang Iran.
Pemotongan sementara tersebut akan mengurangi harga bensin dan diesel sekitar 26 sen Australia atau sekitar 0,18 dolar Australia per liter, kata Perdana Menteri Anthony Albanese pada sebuah konferensi pers hari Senin di Canberra.
“Semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya. Pemerintah juga akan mengurangi biaya pengguna jalan berat untuk tiga bulan ke depan, dan menunda rencana kenaikan biaya tersebut selanjutnya selama enam bulan," kata dia dilansir Bloomberg, Senin (30/3).
Langkah-langkah ini diperkirakan menelan biaya sekitar 2,55 miliar dolar Australia dan menurunkan IHK sebesar 0,5 ppt, kata Bendahara Jim Chalmers.
Rata-rata harga seliter diesel melonjak di atas 2,82 dolar Australia pekan lalu, menurut data dari Australian Institute of Petroleum, sementara bensin hampir mencapai 2,40 dolar Australia, keduanya merupakan yang tertinggi dalam setidaknya 20 tahun.
Harga rata-rata di wilayah pedesaan seperti Northern Territory bahkan lebih tinggi, yang menjadi pukulan bagi para petani dan perusahaan transportasi jarak jauh.
Kekurangan pasokan bahan bakar sudah mulai bermunculan, dengan beberapa ratus stasiun pengisian bahan bakar melaporkan kekurangan dalam beberapa hari terakhir. Krisis ini juga berdampak pada sektor pertanian dan pertambangan, meskipun Albanese pada akhir pekan mengatakan bahwa pasokan aman dalam jangka pendek.
Beberapa negara bagian telah mengumumkan bahwa mereka akan menggratiskan transportasi umum untuk membantu mereka yang tidak mampu membeli bahan bakar, sementara pemerintah nasional pada pekan lalu mengatakan akan menanggung biaya impor.





