Dokter di Cianjur Meninggal Diduga karena Campak, KDM Ambil Langkah

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Seorang dokter berinisial AMW (26 tahun) meninggal dunia diduga karena terkena penyakit campak saat bertugas internship di rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/3/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar penanganan kasus campak segera ditangani secara komprehensif.

"Imbauannya dinas kesehatan segera mengidentifikasi, problem di mana, penyebaran seperti apa sehingga dalam pekan ini dilakukan langkah penanganan komprehensif," ucap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Senin (30/3/2026).

Baca Juga
  • Campak Masih Jadi Penyakit yang Sangat Menular
  • Catat 8 Ribu Kasus Campak, Kemenkes Gencarkan Imunisasi
  • Kasus Campak Indonesia Peringkat Dua Dunia

KDM mengaku akan segera menghubungi bupati Cianjur yang notabene merupakan seorang dokter. Dedi pun turut berduka cita dokter yang meninggal dunia diduga karena kasus campak.

"Nanti bupatinya saya telepon sekarang, saya turut berduka cita itu pengabdian tertinggi dokter meninggal di tempat pengabdiannya ketika sedang mengabdi. Saya menyampaikan duka mendalam tapi penyakitnya harus ditangani. Apalagi bupatinya dokter," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan penanganan kasus campak harus diselesaikan oleh semua pihak. Ia menyebut imunisasi tidak sama sekali mencegah sakit campak akan tetapi meringankan gejala.

"Masyarakat disadarkan bahwa penyakit campak virus ganas sekali bisa menyerang otak, paru-paru, dan lainnya termasuk mata jadi buta padahal obat tersedia kalau mau campak tidak ada," kata dia.

Ia menyebut sudah melaksanakan rapat dengan kepala dinas kesehatan seluruh Jawa Barat untuk melakukan pemetaan kasus campak dan segera melakukan penanganan. Ia mengatakan penanganan kasus tingkat kabupaten sedang digencarkan di Tasikmalaya dan Garut.

Sedangkan untuk di kabupaten lainnya di tingkat kecamatan. Ia memiliki data bahwa terdapat 102 ribu anak yang belum diimunisasi campak dan saat ini tengah menggalakkan program kejar imunisasi.

"102 ribu anak yang belum dilakukan imunisasi," kata dia.

Waspada, penyakit campak sangat menular! - (Republika)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemutilasi Karyawan Ayam Goreng dalam Freezer di Bekasi Ternyata Rekan Kerja Korban
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pasca Lebaran, Mendag Imbau Masyarakat Tak Panik Belanja Bahan Pokok
• 29 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dipercepat di Banten dan Jawa Tengah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Praktik Kartel Bunga Pinjaman Terkuak, OJK Mesti Perketat Pengawasan Industri Pindar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPRD Minta Pemprov Jaga Stok Pangan Jakarta di Tengah Konflik Timur Tengah
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.