JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan pemerintah akan menghadirkan klinik berjalan alias mobile clinic di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) pada saat puncak haji 1447 hijriah.
Mengingat tingginya jumlah jemaah lansia dan risiko kesehatan tinggi, isu kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.
"Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Model pelayanan kesehatan harus banyak berubah," ujar Dahnil saat mengunjungi Saudi German Hospital, dikutip dari siaran pers, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Alissa Wahid: Negara Punya “Utang Moral” kepada Jemaah Haji Lansia
Pemerintah akan memaksimalkan keberadaan klinik satelit di sektor-sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna guna memperkuat pelayanan dan pengawasan kesehatan jemaah.
"Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jemaah secara lebih optimal," lanjutnya.
Saudi German Hospital akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji serta para petugas kesehatan haji dalam melayani jemaah haji Indonesia.
Baca juga: Istithaah Jemaah Haji Lansia Jadi Sorotan, Pemeriksaan Harus Jujur dan Bebas Intervensi
Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan di dalam negeri melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jemaah umrah.
Hal serupa juga akan diperkuat melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.
"Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah," ucap Dahnil.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Dok. Kementerian Haji dan Umrah RI Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ketika mengunjungi Saudi German Hospital, Minggu (29/3/2025).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang