KAI Commuter resmi meluncurkan platform lift khusus penyandang disabilitas di Stasiun Cikini. Fasilitas ini sudah bisa digunakan dan menjadi langkah awal dalam memperluas aksesibilitas di berbagai stasiun KRL lainnya.
Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, menyebut kehadiran platform lift ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih inklusif, terutama bagi pengguna kursi roda.
“Jadi di stasiun Cikini ini adalah percontohan, ini contoh. Nanti kita akan kita akan pasang di stasiun-stasiun lain bagaimana untuk mempermudah saudara-saudara kita yang disabilitas ya, sehingga mereka bisa mengakses platform yang ada jalur di stasiun Cikini ini,” kata Purnomosidi di Stasiun Cikini, Senin (30/3).
Di Stasiun Cikini, platform lift dipasang di dua titik, yakni dari lantai dasar ke lantai dua menuju area tapping gate, serta dari lantai dua ke lantai tiga untuk akses ke peron KRL. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mempermudah mobilitas pengguna disabilitas dalam mengakses layanan kereta.
Purnomosidi memastikan platform lift tersebut telah melalui proses sertifikasi sehingga aman digunakan. Petugas juga disiagakan untuk memberikan pendampingan saat pengguna memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Tentunya ini juga sudah tersertifikasi. Jadi aman dan nyaman buat teman-teman yang nanti akan menggunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peluncuran di Cikini menjadi model awal yang akan diperluas ke stasiun lain. Pemasangan selanjutnya akan diprioritaskan di stasiun dengan karakteristik tertentu, seperti stasiun bertingkat, belum memiliki lift, serta memiliki volume penumpang tinggi.
“Ini untuk percobaan ya, nanti yang terutama prioritas kita nanti di stasiun yang belum ada lift. Jadi kita coba, kita upayakan ya sebanyak mungkin akan kita kita apa, kita pasang platform disabilitas ini,” jelasnya.
Salah satu stasiun yang masuk prioritas adalah Manggarai, mengingat tingginya aktivitas penumpang di kawasan tersebut.
Dari sisi kapasitas, platform lift ini diklaim mampu mengakomodasi berbagai ukuran kursi roda dengan daya angkut mencapai ratusan kilogram.
“Ini universal kok, bisa dipakai untuk maksimal 250 kilogram untuk beratnya,” tuturnya.
Ke depan, KAI Commuter juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan fasilitas ramah disabilitas ini, termasuk dengan rumah sakit maupun instansi lain.
Peluncuran platform lift ini bertepatan dengan arus balik Lebaran 2026. KAI Commuter mencatat jumlah penumpang selama periode tersebut mencapai sekitar 27 juta orang, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dengan fasilitas ini, KAI Commuter menargetkan layanan KRL semakin inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.





