PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyebut setiap modal Rp 1 triliun yang dikeluarkan untuk sektor perumahan bisa menambah 8.000 tenaga kerja.
"Bahkan untuk setiap Rp 1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," ujar Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, dalam keterangannya, Senin (30/3).
Dia mengatakan, perseroan telah mencetak 863 pengembang baru melalui program Mini MBA in Property sejak 2016 hingga 2025 melalui kolaborasi dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurut dia, program "Mini MBA in Property" digelar untuk melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di klaster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," kata dia.
Herminta menjelaskan, sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah. Selain itu, saat ini Pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Selain itu, saat ini pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Penyelenggaraan program Mini MBA in Property, kata Hermita, juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90 persen bahan lokal.





