- 1. Makan Terlalu Malam
- 2. Terpapar Cahaya Terang di Malam Hari
- 3. Menonton Tayangan yang Memicu Stres
- 4. Olahraga Berat di Malam Hari
- 5. Konsumsi Alkohol
- 6. Percakapan yang Memicu Emosi
- 7. Terlalu Lama Menatap Layar
Jakarta, CNBC Indonesia - Dokter jantung Dr. Sanjay Bhojraj mengatakan, kebiasaan yang dilakukan pada malam hari dapat mempengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang. Ia menekankan, pilihan aktivitas setelah pukul 19.00 bisa menentukan apakah tubuh masuk ke fase pemulihan atau justru tetap berada dalam kondisi stres.
Ia menjelaskan, penyakit jantung berkembang selama bertahun-tahun melalui berbagai sinyal biologis, seperti pola tekanan darah, peradangan, regulasi gula darah, hingga kualitas tidur. Banyak faktor tersebut dipengaruhi oleh rutinitas yang dilakukan pada malam hari.
Bhojraj mengungkapkan sejumlah kebiasaan yang secara konsisten ia hindari setelah pukul 19.00 karena berpotensi mempengaruhi kesehatan jantung, dikutip dari CNBC Make It, Senin (30/3/2026).
Ia mengatakan, fungsi metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh tidak lagi efisien dalam memproses glukosa dan lemak.
Makan terlalu malam dikaitkan dengan peningkatan kadar gula darah setelah makan, gangguan metabolisme lemak, serta peningkatan peradangan dalam tubuh.
Penelitian tentang pola makan dengan pembatasan waktu juga menunjukkan bahwa waktu makan yang lebih awal dapat membantu menjaga tekanan darah, kadar gula darah, serta indikator risiko penyakit jantung.
Paparan cahaya terang atau lampu LED yang kuat pada malam hari dapat menekan produksi melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur tidur, tekanan darah, serta aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan cahaya di malam hari dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan pola tekanan darah saat tidur.
Untuk mengurangi dampaknya, ia menyarankan penggunaan lampu yang lebih hangat atau lampu dengan posisi sejajar mata yang meniru kondisi cahaya saat matahari terbenam.
Menonton tayangan yang menegangkan, seperti debat politik, acara reality show penuh konflik, atau pertandingan olahraga yang emosional dapat memicu respons stres pada tubuh.
Ketika seseorang mengalami stres psikologis, sistem saraf simpatik akan aktif sehingga meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Penelitian selama beberapa dekade menunjukkan, stres akut maupun kronis dapat memicu disfungsi endotel, yaitu tahap awal dari penyakit kardiovaskular.
Olahraga memang baik untuk kesehatan jantung, tetapi waktunya juga perlu diperhatikan.
Latihan fisik intens pada malam hari dapat menjaga kadar hormon stres seperti kortisol tetap tinggi dan menghambat tubuh masuk ke fase istirahat dan pemulihan.
Kondisi ini dapat menunda waktu tidur, meningkatkan detak jantung saat malam hari, serta menurunkan variabilitas detak jantung yang menjadi indikator penting kesehatan kardiovaskular.
Meski sering dianggap membantu relaksasi, alkohol justru dapat mengganggu kualitas tidur.
Konsumsi alkohol pada malam hari diketahui dapat mengganggu fase tidur REM dan menghambat produksi melatonin.
Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan detak jantung saat istirahat dan mengganggu penurunan tekanan darah yang seharusnya terjadi saat tidur.
Percakapan yang memicu kemarahan atau stres emosional juga dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Stres akut dapat meningkatkan hormon kortisol, menurunkan variabilitas detak jantung, bahkan memicu gangguan irama jantung pada sebagian orang.
Maka itu, diskusi yang berpotensi memicu konflik sebaiknya tidak dilakukan pada malam hari ketika tubuh sedang bersiap untuk beristirahat.
Paparan layar ponsel, tablet, maupun televisi juga menghasilkan cahaya biru yang dapat menunda produksi melatonin.
Akibatnya, seseorang akan lebih sulit tidur dan kualitas tidurnya menurun.
Gangguan tidur kronis diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, resistensi insulin, peradangan, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
Bhojraj menekankan, menjaga kualitas tidur dan mengurangi stres pada malam hari merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Ia juga menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perubahan besar pada gaya hidup.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google




