BEKASI, KOMPAS.com – Abdul Hamid alias Bedul (39), korban mutilasi yang ditemukan tewas di dalam freezer kios ayam goreng di kawasan Perum Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dikenal sebagai sosok yang baik dan sederhana oleh warga sekitar.
Sehari-hari, korban hidup sederhana dan kerap berinteraksi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga diketahui telah cukup lama bekerja membantu usaha ayam goreng milik ES (32).
Aang Wijaya (38), pedagang rujak yang berjualan di sekitar lokasi, mengatakan bahwa Abdul Hamid telah sekitar 2,5 tahun bekerja di kios tersebut.
Baca juga: Bagian Tubuh Pria di Bekasi yang Dimutilasi dalam Freezer Ditemukan di Bogor
“Kesehariannya dia baik, enggak temperamen. Sama tetangga juga sering mengobrol, sering bantu istilahnya. Dia numpang hidup di sini. Kasihan, sudah sebatang kara,” ujar Aang saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (30/3/2026).
Di mata warga, Abdul Hamid dikenal ramah dan mudah bergaul. Ia kerap menghabiskan waktu bersama warga sekitar dalam aktivitas sederhana, seperti minum kopi dan berbincang santai.
“Dia enggak pernah macam-macam, apa adanya. Enggak pernah tangan panjang (mencuri),” ujarnya.
Aang mengaku terakhir kali berbincang cukup lama dengan korban sekitar tiga bulan lalu. Setelah itu, korban lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di kios ayam goreng.
Aang juga mengungkapkan, dua terduga pelaku yang bekerja di kios yang sama memiliki masa kerja berbeda. Salah satunya merupakan karyawan lama, sementara satu lainnya tergolong baru.
“Yang satu sudah hampir empat tahunan, memang karyawan lama. Yang satunya lagi baru beberapa bulan,” ujarnya.
Meski demikian, Aang mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Ia bahkan sempat mengira insiden tersebut hanya kasus pencurian.
Baca juga: Pemutilasi Karyawan Ayam Goreng dalam Freezer di Bekasi Ternyata Rekan Kerja Korban
“Awalnya kaget. Enggak nyangka ada pembunuhan kayak gini. Tahunya cuma pembobolan, maling motor, karena memang motor ada yang hilang,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, jasad Abdul Hamid ditemukan di dalam mesin pembeku (freezer) di kios ayam goreng di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026).
Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kios, ES.
“Dia melaporkan penemuan mayat berada di dalam freezer penyimpanan daging ayam miliknya yang diduga dari ciri-ciri kulitnya adalah karyawannya bernama Abdul Hamid,” jelas Rahim dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).
Menurut Rahim, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
“Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” kata dia.
Setelah penemuan tersebut, ES berusaha menghubungi dua karyawannya, ACN (23) dan S (27), namun tidak berhasil. Kecurigaan pun mengarah kepada keduanya, terlebih setelah diketahui dua sepeda motor dan uang tunai Rp 500.000 milik kios juga hilang.
Sebelumnya, kedua karyawan tersebut sempat meminta izin untuk mudik Lebaran, sementara korban tetap menjaga kios karena tidak memiliki keluarga. Tak lama setelah kasus terungkap, polisi menangkap dua terduga pelaku.
“Benar, pelaku sudah ditangkap,” ungkap Rahim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




