Darurat Energi, Filipina Borong Minyak Rusia dan Batu Bara RI

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia dan batu bara dari Indonesia di tengah krisis energi yang dipicu oleh perang di Timur Tengah.

Melansir Bloomberg, Senin (30/3/2026), Petron Corp., satu-satunya perusahaan pengilangan minyak di Filipina, mendapat pasokan 2,48 juta barel minyak mentah dari Rusia.

“Jika krisis saat ini berlanjut dan sumber minyak mentah alternatif tetap tidak tersedia atau tidak mencukupi, Petron mungkin kembali terpaksa mempertimbangkan pembelian minyak mentah Rusia untuk menambah pasokan bahan bakar nasional,” ujar perusahaan induknya, San Miguel Corp., dalam pernyataan kepada regulator pasar pada Jumat malam.

San Miguel menyatakan bahwa minyak mentah tersebut akan menambah persediaan produk minyak Petron hingga Juni, dan menambahkan pembelian dilakukan semata-mata karena kebutuhan yang sangat mendesak.

Pada 28 Februari 2026, saat Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran, Petron mendapat pemberitahuan bahwa pengiriman dengan volume 2 juta barel minyak mentah tidak dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah Iran mengumumkan penutupannya.

Pengiriman kedua sebesar 2 juta barel juga dibatalkan pada 7 Maret akibat meningkatnya risiko di Laut Merah dan Selat Hormuz, menurut San Miguel.

Baca Juga

  • Dampak Perang Iran, Filipina Mengalami Ancaman Serius, Akibat Harga BBM Naik
  • Krisis BBM Picu Mogok Sopir Angkutan Umum di Filipina, Kerugian Capai Rp421.000/Hari
  • Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Nasional Imbas Krisis BBM

Filipina, yang hampir seluruh kebutuhan minyaknya berasal dari Timur Tengah, kini berupaya mencari sumber alternatif untuk meredakan krisis pasokan yang telah mendorong pemerintah menetapkan status darurat energi. Negara ini juga sedang bernegosiasi untuk pemasok bahan bakar dari Jepang, China, Korea Selatan, dan India.

Pemerintah Manila menyatakan bahwa hingga 20 Maret, negara tersebut memiliki cadangan minyak untuk 45 hari.

Filipina dijadwalkan menerima pengiriman pertama diesel dari pesanan lebih dari 1 juta barel pada pekan ini, kata Sekretaris Eksekutif Ralph Recto, merujuk pada upaya diplomasi minyak oleh para pejabat yang dipimpin Menteri Energi Sharon Garin.

“Dari Indonesia juga datang jaminan kuat atas pasokan batu bara yang stabil,” imbuh Recto.

Indonesia merupakan pemasok utama batu bara Filipina yang menggerakkan lebih dari setengah jaringan listriknya.

Sementara itu, maskapai berbiaya rendah Cebu Air Inc. menyatakan memiliki pasokan bahan bakar jet yang cukup hingga Juni. Dalam unggahan di X pada Minggu, maskapai tersebut menyatakan tengah bekerja erat dengan pemasok dan mitra industri untuk memastikan ketersediaan bahan bakar ke depan demi menjaga operasional.

Pernyataan itu menyusul jaminan serupa dari pesaingnya, Philippine Airlines Inc., beberapa hari sebelumnya, di mana pimpinannya mengatakan bahwa semua pihak perlu bekerja sama untuk memastikan setiap orang memiliki akses terhadap bahan bakar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laka Maut Depan SMKN 3, 1 Meninggal Dunia, 4 Luka
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Potongan Tubuh Korban Pegawai Ayam Geprek dalam Freezer Ditemukan di Bogor
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Balik Lebaran, 2,9 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta
• 13 jam laludetik.com
thumb
DPR Diminta Bentuk Panja soal Yaqut, Sahroni: Tak Segampang Beli Cabai
• 54 menit lalukompas.com
thumb
Ledakan Beruntun Terangi Langit Teheran, IRGC Luncurkan Gelombang ke-86 ke Israel
• 44 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.