Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas wafatnya seorang prajurit pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (30/3), Kedubes Iran menyampaikan duka mendalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas insiden tragis tersebut.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas kejadian tragis tersebut,” tulis pernyataan itu di media sosial X dan Instagram.
Iran juga mengecam keras serangan tersebut, yang dinilai sebagai akibat dari agresi berkelanjutan Israel dan didukung penuh oleh Amerika Serikat (AS).
“Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini dan menegaskan bahwa penargetan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, telah terkonfirmasi satu orang personel UNIFIL dari Indonesia gugur terkena serangan artileri tidak langsung pada Minggu (29/3), sementara tiga orang lainnya mengalami luka serius dan dan masih dalam perawatan medis.
Insiden ini terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan, yang turut memicu kekhawatiran atas keselamatan personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.





