Pantau - Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa atas gugurnya satu prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon akibat serangan artileri.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan, "PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," ungkapnya di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Dave menyebut pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari Markas Besar TNI terkait dampak serangan terhadap personel dan fasilitas di lokasi kejadian.
Ia menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian di kawasan konflik.
"Sebelumnya sudah pernah pernah kena juga rudal, akan tetapi tidak ada korban yang serius. Nah, sekarang sudah ada korban yang fatal," ujarnya.
Kementerian Pertahanan membenarkan satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya mengalami luka akibat serangan artileri di Lebanon pada Minggu.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, "Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon.
Komisi I DPR berencana menggelar rapat lanjutan dengan TNI untuk membahas penempatan pasukan dalam misi perdamaian di luar negeri.




