REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pasca-Lebaran atau Idul Fitri 2026 dan memasuki bulan Syawal, banyak warga yang menikah. Kementerian Agama pun memastikan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) tetap berjalan di tengah penerapan Work From Anywhere (WFA). Masyarakat tetap dapat mengakses layanan keagamaan, khususnya pencatatan nikah dan layanan administrasi lainnya secara normal.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menegaskan kebijakan WFA tidak mengurangi kualitas maupun akses layanan yang diberikan kepada masyarakat. “Kami memastikan layanan KUA di seluruh Indonesia tetap berjalan. Kebijakan WFA tidak mengganggu layanan kepada masyarakat, terutama layanan yang bersifat langsung seperti pencatatan pernikahan,” ujar Thobib di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga
Naksir Sepupu Cantik atau Ganteng Saat Lebaran, Ini Hukum Menikahi Saudara Sepupu dalam Islam
Malas Ditanya Kapan Nikah Saat Lebaran Ini Tips Jawaban yang Bisa Kamu Coba
WFA dan Libur Sekolah Jadi Alasan Wisatawan Berkali-kali Melancong ke Lembang
Tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Dari 2023 sampai 2025, pencatatan pernikahan mencapai angka 667.000.
Thobib menjelaskan, Kemenag telah mengatur pola dan jam kerja agar pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Sistem kerja kombinasi antara kehadiran fisik dan layanan berbasis digital untuk menjamin keberlangsungan layanan.
.rec-desc {padding: 7px !important;} "Petugas KUA tetap siaga memberikan pelayanan secara bergiliran. Layanan tatap muka tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan masyarakat tetap terlayani dengan baik," ungkapnya. Selain itu, layanan KUA juga telah berbasis digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan online untuk pendaftaran dan informasi. Misalnya, pencatatan pernikahan melalui https://simkah4.kemenag.go.id/ untuk mempermudah akses tanpa harus datang langsung ke kantor. Ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Seluruh layanan KUA tetap berjalan dengan standar pelayanan yang sama," ucap dia.