Tanda Penggunaan Paylater Tak Lagi Sehat dan Tips Bijak agar Tak Terjerat Utang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitur PayLater yang menawarkan konsep “beli sekarang, bayar nanti” semakin diminati banyak masyarakat.

Saat ini, hampir semua orang memiliki fitur PayLater di aplikasi e-commerce pada ponselnya, bahkan tidak sedikit yang menggunakan lebih dari satu layanan sekaligus.

Kemudahan proses serta bunga yang dinilai relatif kecil membuat banyak orang semakin sering menggunakan PayLater untuk berbelanja.

Baca juga: Ini Isi Gugatan 9 Purnawirawan Jenderal TNI ke Polda Metro Soal Kasus Ijazah Jokowi

"Enggak dirugiin, karena menurut saya bunganya rendah. Kalau ngambil baju, bunganya kayak Rp 10.000 enggak banyak, jadi cukup membantu," ungkap salah satu pengguna PayLater, Waci (51), saat diwawancarai di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).

Bunga yang dianggap ringan tersebut membuat PayLater kerap digunakan bukan untuk kebutuhan mendesak, melainkan untuk memenuhi gaya hidup.

Waci mengaku jarang menggunakan PayLater untuk membeli kebutuhan pokok berupa sembako. Ia lebih sering memakainya untuk membeli pakaian, sabun yang sedang viral, dan kebutuhan konsumtif lainnya.

Berusaha menahan diri

Meski demikian, Waci berusaha menahan diri agar tidak berlebihan dalam menggunakan PayLater.

Ia selalu memastikan mampu membayar tagihan pada bulan berikutnya sebelum memutuskan melakukan transaksi.

Pengguna lain, Roby (26), mengaku mulai menggunakan PayLater sejak 2020 karena sekadar ingin mencoba.

Pada awalnya, ia lebih sering memanfaatkan PayLater untuk kebutuhan gaya hidup. Namun, seiring waktu, ia mulai membatasi penggunaan dan hanya menggunakannya untuk kebutuhan yang lebih penting dan mendesak.

Meski begitu, menahan diri agar tidak bergantung pada PayLater bukanlah hal yang mudah.

Roby menilai PayLater memiliki keunggulan karena memungkinkan seseorang mendapatkan barang yang diinginkan lebih dahulu dan membayarnya pada beberapa waktu kemudian.

Baca juga: Xpander dan Mercedes-Benz Tabrakan di Alam Sutera, Kedua Mobil Ringsek

"Poin minusnya hampir enggak ada, kalau ada pun kayak denda atau bunga karena pakai PayLater itu juga enggak terlalu besar jadi enggak kerasa," tutur Roby ketika diwawancarai di Jakarta Selatan, Jumat.

Peningkatan penggunaan PayLater

Perencana Keuangan dari Finante.ic, Rista Zwestika, mengatakan bahwa meskipun bunganya kecil, PayLater tetap berpotensi membuat seseorang terjebak dalam utang konsumtif.

Di sisi lain, tren penggunaan PayLater di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Hal ini didorong oleh pertumbuhan e-commerce dan kemudahan akses layanan finansial digital. Banyak platform belanja sekarang langsung menyediakan fitur PayLater sehingga masyarakat merasa prosesnya cepat dan praktis," ucap Rista saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Namun, tren ini juga mencerminkan perubahan perilaku keuangan masyarakat. Banyak orang mulai terbiasa membeli barang bukan karena sudah memiliki dana, melainkan karena tersedia fasilitas cicilan instan.

Gen Z dan milenial

Rista menjelaskan, berdasarkan survei fintech dan industri e-commerce, pengguna PayLater paling dominan berasal dari kelompok usia 18–35 tahun, yaitu Gen Z dan milenial.

Kelompok ini umumnya aktif berbelanja online, akrab dengan teknologi, serta menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi.

"Sayangnya, pada sebagian kasus, literasi keuangan mereka belum selalu seimbang dengan kemudahan akses kredit tersebut," ucap Rista.

Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang membuat PayLater lebih diminati dibanding metode pembayaran lain.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pertama, kemudahan dan kecepatan proses, yang mana dalam hitungan menit sudah bisa digunakan tanpa prosedur rumit seperti pengajuan kartu kredit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Padi Reborn Rilis Album “Dua Delapan”, Kembali ke Akar Musik dan Jati Diri Band
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rapat Bareng Mendagri, Komisi II Minta Kelancaran Layanan Publik Saat Krisis Geopolitik
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Mengenang Sosok Juwono Sudarsono, SBY Teringat Momen 1998
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Serangan Drone Israel di Kota Gaza Tewaskan Dua Warga Palestina
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bank Danamon (BDMN) Gelar RUPST 31 Maret 2026, Ini Agendanya
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.