EtIndonesia. Tokoh Nepal yang sebelumnya dikenal sebagai rapper dan kemudian beralih menjadi politikus, Balendra Shah, baru saja dilantik sebagai perdana menteri pada 27 Maret. Namun sehari kemudian (28 Maret), mantan PM KP Sharma Oli dan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak ditangkap karena diduga lalai dalam menangani aksi protes antikorupsi yang dipimpin Generasi Z pada September tahun lalu. Tindakan terhadap demonstran menyebabkan puluhan korban jiwa.
Menurut laporan Reuters, sebelumnya tim investigasi atas kekerasan dalam aksi protes tersebut merekomendasikan agar keduanya didakwa atas kelalaian. Kerusuhan yang berlangsung selama dua hari itu menewaskan total 76 orang. Insiden itu memaksa Oli mengundurkan diri.
“Kami menangkap mereka berdasarkan rekomendasi komisi penyelidikan,” kata juru bicara kepolisian, Om Adhikari.
Ia juga menyebutkan bahwa Oli dan Lekhak saat ini ditahan di kantor polisi Kathmandu, dan dijadwalkan akan dibawa ke pengadilan pada 29 Maret. Di Nepal, hari Minggu merupakan hari kerja.
Oli yang kini berusia 74 tahun diketahui pernah menjalani dua kali transplantasi ginjal. Menurut saksi mata, ia kemudian dipindahkan dari kantor polisi ke sebuah rumah sakit.
Pengacara Oli, Tikaram Bhattarai, mengatakan kepada Reuters bahwa penangkapan ini “ilegal dan tidak tepat”, karena kliennya tidak berisiko melarikan diri atau menghindari penyelidikan.
Tim investigasi menyimpulkan bahwa Oli gagal mengambil tindakan untuk menghentikan penembakan yang berlangsung selama beberapa jam pada hari pertama demonstrasi, yang menyebabkan sedikitnya 19 pengunjuk rasa Generasi Z tewas, sehingga ia harus bertanggung jawab.
Kematian para demonstran tersebut memicu kemarahan publik, yang kemudian membantu partai yang dipimpin Shah, Rastriya Swatantra Party, meraih kemenangan telak dalam pemilu baru-baru ini.
Sumber : NTDTV.com





