JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, masih menjadi perhatian. Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur memastikan tetap membantu proses pengangkutan, meski pengelolaan sampah di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab pengelola pasar.
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, mengatakan Pemkot terus menurunkan armada karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang harus tetap didukung kebersihannya.
"Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di Induk. Jadi memang itu kan fasilitas publik ya. Kami sebagai pemerintah, pasti kami akan men-support apa yang menjadi fasilitas publik. Jadi tetap kami akan bantu Pasar Induk," ucap Julius di kawasan Pulogebang, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Penampakan Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Capai 6.970 Ton
Ia menyebutkan, sebanyak 13 truk dikerahkan untuk membantu pengangkutan sampah. Namun, ia tidak merinci target waktu penyelesaian.
"Kami kerahkan 13 truk, sampai bersih? kamu tanya Pasar Induk," ungkapnya.
Sementara itu, Kompas.com telah mencoba mengonfirmasi teknis dan target pengangkutan kepada Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh. Namun, hingga kini belum mendapat respons.
Tanggung jawab pengelolaSebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan, pengelolaan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati merupakan tanggung jawab pengelola.
"Di tingkat daerah, kewajiban ini diperkuat melalui Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, yang secara jelas mewajibkan pelaku usaha (mengelola sampah)," kata Yogi dalam keterangan tertulis.
Selain itu, terdapat ketentuan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 yang mewajibkan setiap kawasan usaha mengelola sampah secara mandiri dan tuntas.
Yogi menambahkan, pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini juga berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Pengelolaan Pasar Induk Kramat Jati dalam pengawasan PPLH/PPNS Deputi Gakkum KLH atas ketidaktaatan mereka dalam mengelola kewajiban yang dibebankan UU kepada pelaku usaha atau pengelola kawasan," katanya.
Baca juga: Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Warga
Penumpukan capai ribuan tonPenumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati disebut mencapai sekitar 6.970 ton atau setara dengan sekitar 410 truk tronton. Gunungan sampah bahkan dilaporkan mencapai ketinggian sekitar enam meter.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan kondisi tersebut dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkut sejak 9 Maret 2026.
"Sekitar 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. Kondisi ini dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026," kata Topik.
Ia mengeklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH DKI Jakarta dan menargetkan adanya progres signifikan dalam dua hari ke depan.
Di sisi lain, Perumda Pasar Jaya juga tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit guna mengatasi persoalan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




