Kulon Progo: Salah seorang prajurit TNI anggota misi perdamaian PBB di Lebano gugur akibat serangan Israel. Prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, warga Dusun Ledok RT 17, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Farizal merupakan anggota Yonif 113/Jaya Sakti Brigif 25/Siwah Iskandar Muda, Aceh, yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL. Kabar meninggalnya Farizal diperoleh pada Senin, 30 Maret 2026.
"(Gugurnya) sedang (menjadi bagian) Satgas dan masuk dalam misi perdamaian, memang yang bersangkutan orang Kulon Progo," kata Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Dyan Niti Sukma.
Dyan mengatakan masih terus memperbarui informasi pemulangan jenazah Farizal. Kabar terakhir, pemulangan jenazah menunggu proses administrasi sebelum diberangkatkan melalui kargo.
Pihak keluarga di Kulon Progo telah memulai menyiapkan penyambutan kedatangan jenazah. Farizal nantinya akan dimakamkan dengan upacara militer di pemakaman umum Dusun Ledok.
Baca Juga :
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Evaluasi Penarikan Pasukan Diusulkan
Di Dusun Ledok, suasana duka sudah tampak di kediaman keluarga Farizal. Sejumlah pelayat telah datang dan sebagian menata kebersihan lingkungan rumah duka. Di sisi lain, sudah ada larangan bunga duka, termasuk dari Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. Kepala Dusun Ledok Wakidi mengatakan Farizal merupakan warga yang lahir di Kulon Progo. Masa kecilnya dihabiskan di Dusun Ledok.
"Jadi sejak dari kecil (Farizal) di sini sampai SMA," kata Wakidi.
Pasukan Indonesia yang bertugas untuk UNIFIL. Foto: Kemenlu RI
Farizal selama masih berstatus pelajar tingkat menengah sudah aktif menjadi anggota karang taruna di wilayah tersebut. Meski sudah berdinas menjadi prajurit, Farizal disebut masih sempat berkomunikasi.
"Kalau ada kegiatan apa saja itu mengikuti dan mendukung. Sampai sekarang kalau muda-mudi punya kegiatan (Farizal) sering membantu sekadar uang," katanya.
Idulfitri 2025 menjadi momen terakhir Farizal berlebaran di kampung. Lebaran 2026 Farizal tidak bisa mudik karena menjadi salah satu prajurit yang dikirim ke Timur Tengah. Mendiang Farizal meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.




