REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Melalui praktikum langsung di Laboratorium Pembangkitan, peserta dilatih mengoperasikan PLTD kecil secara aman, efektif, dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Bogor menyelenggarakan pembelajaran Pengoperasian PLTD Kecil dengan kode B.1.152.231.2 pada periode 2-3 Maret 2026 di PLN UPDL Bogor bertempat di Gedung Soetami.
Program pembelajaran ini bagian dari pengembangan kompetensi teknis yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) skala kecil sesuai standar operasional yang berlaku.
Kegiatan ini disahkan General Manager PLN Pusdiklat, Y Endah Cahyaningrum dan dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran teori serta praktikum lapangan di fasilitas laboratorium pembangkitan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, kegiatan praktikum pengoperasian PLTD kecil dilaksanakan pada 3 Maret 2026 di Laboratorium Pembangkitan (PLTD Kecil) Gedung Soetami, PLN UPDL Bogor.
Praktikum ini dipandu instruktur, Ridwan, yang memberikan arahan teknis serta pendampingan langsung kepada peserta selama proses pembelajaran berlangsung.
Sebelum kegiatan dimulai, Team Leader Laboratorium PLN UPDL Bogor, Dimas, menyampaikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam meningkatkan kompetensi tenaga teknis di bidang pembangkitan.
“Melalui kegiatan pembelajaran dan praktikum ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep pengoperasian PLTD secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, ketelitian, dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur,” ujar Dimas dalam keterangan yang dilansir Senin (30/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, modul praktikum dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam melakukan berbagai tahapan pengoperasian PLTD kecil, mulai dari prosedur start-up, pengoperasian unit, pengaturan beban pembangkit, hingga proses shutdown secara sistematis.
Peserta juga diperkenalkan pada praktik terbaik (best practice) dalam pengoperasian pembangkit diesel serta pemahaman terhadap potensi gangguan operasional yang dapat terjadi selama proses pembangkitan listrik.
Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini bertujuan memastikan peserta mampu memahami prinsip kerja peralatan pembangkit sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dalam mengelola operasi pembangkit secara efektif dan efisien.
Melalui pelaksanaan pembelajaran ini, PLN UPDL Bogor terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor ketenagalistrikan, khususnya dalam bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit.
Diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk mendukung operasional pembangkit listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi PLN dalam menyediakan pasokan listrik yang berkualitas bagi masyarakat.




