Penambahan Layer Cukai Tembakau Dinilai Berisiko bagi Perlindungan Kesehatan

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Telaah - Rencana pemerintah menambah lapisan tarif cukai hasil tembakau (CHT) menuai sorotan karena dinilai berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan pengendalian konsumsi rokok.

Tujuan Awal vs Realitas Kebijakan

Penambahan layer cukai disebut sebagai upaya menarik produsen rokok ilegal agar masuk ke sistem resmi. Namun, langkah ini dipertanyakan efektivitasnya, baik dalam menekan peredaran rokok ilegal maupun melindungi kesehatan masyarakat.

Secara prinsip, kebijakan cukai bertujuan mengurangi konsumsi produk berbahaya. Karena itu, desain kebijakan seharusnya tidak dikompromikan tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Struktur Cukai yang Terlalu Rumit

Indonesia saat ini menerapkan sistem cukai bertingkat berdasarkan jenis rokok, metode produksi, volume, dan harga jual. Struktur ini dinilai terlalu kompleks.

Menurut World Health Organization (WHO), sistem yang rumit memberi celah bagi industri untuk mengakali tarif agar tetap berada di lapisan cukai rendah. Dampaknya, harga rokok tetap bervariasi dan konsumsi sulit ditekan.

Padahal, jumlah layer cukai telah berhasil disederhanakan dari 19 (2009) menjadi 8 (2022), dengan rekomendasi ideal hanya 3–5 layer.

Dinilai sebagai Kemunduran Kebijakan

Rencana penambahan layer baru pada 2026 dianggap bertentangan dengan upaya penyederhanaan yang sebelumnya telah dilakukan.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai tidak ada bukti kuat bahwa struktur atau tingkat cukai menjadi faktor utama meningkatnya rokok ilegal.

Sebaliknya, penambahan layer justru berpotensi melemahkan fungsi utama cukai sebagai instrumen perlindungan kesehatan masyarakat.

Perlu Komitmen Berbasis Bukti

Pemerintah diharapkan tetap konsisten menjadikan cukai sebagai alat pengendalian konsumsi tembakau, bukan sekadar instrumen fiskal atau respons jangka pendek terhadap rokok ilegal.

Kebijakan yang diambil perlu berbasis bukti ilmiah agar mampu menekan konsumsi rokok sekaligus melindungi kesehatan publik secara efektif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Utak-Atik Starting XI Timnas Indonesia Vs Bulgaria: Joey Pelupessy Starter, Beckham Putra Kembali Jadi Andalan?
• 7 jam lalubola.com
thumb
Pemerintah Berlakukan Pembatasan Media Sosial Bagi Anak
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
ASN Puskesmas di Pangkep Resah, Penolakan Pemotongan Gaji untuk Infak Diduga Wajib Bermaterai
• 9 menit laluharianfajar
thumb
Kevin Diks Siap Hadapi Tantangan Berat dari Bulgaria Bersama Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026: Ayo Cetak Sejarah!
• 23 jam lalubola.com
thumb
Polisi Israel Halangi Kardinal Katolik Masuk ke Makam Suci
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.