Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membawa dampak bagi pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Kehadirannya perlahan membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang melalui peningkatan permintaan produk.
"Berkat ada MBG, kami rasakan manfaatnya. Kami biasa memproduksi roti manis varian abin, coklat, keju, strawberry," kata pemilik usaha rumahan Dapur Raffa, Siswanti, di Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 30 Maret 2026.
Baca Juga :
Koperasi Desa Diyakini Buka Peluang Majukan Produk Lokal dan UMKMSeiring meningkatnya kebutuhan, volume produksi pun ikut bertambah. Dalam sepekan pesanan datang secara rutin dengan jumlah yang tidak sedikit. "Kami biasa memasok 2 kali seminggu dengan jumlah 100-3000 pcs untuk SPPG Danasri," jelasnya.
Peningkatan permintaan tersebut berdampak langsung pada pendapatan usaha. Bahkan, kebutuhan produksi yang semakin besar mendorong penambahan tenaga kerja baru di usaha tersebut.
UMKM rumahan Dapur Raffa, Siswanti, di Cilacap, Jawa Tengah. Dokumentasi/ istimewa.
"Alhamdulillah ada peningkatan pendapatan. Dan juga menyerap tenaga tambahan," ungkap Siswanti.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di satu tempat. Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan puluhan ribu UMKM telah terlibat dalam rantai pasok program ini.
Melalui keterlibatan tersebut, UMKM tidak hanya mendapatkan tambahan permintaan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pangan yang lebih luas. Bagi banyak pelaku usaha kecil, program ini menjadi titik awal untuk memperluas skala usaha sekaligus memperkuat keberlangsungan bisnis mereka.




