MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau murid untuk memanfaatkan sepeda dan jalan kaki apabila jarak rumah masing-masing dekat dengan sekolah guna mendukung efisiensi energi yang tengah digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai kebiasaan bersepeda yang ramai dilakukan masyarakat saat masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu dilanjutkan, khususnya pada masa ancaman krisis minyak imbas perang di negara-negara Teluk, Timur Tengah saat ini.
“Jadi misalnya kami himbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah dan kalau memang kira-kira aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki atau kembali kepada kebiasaan bersepeda selama masa Covid. Kenapa kebiasaan itu tidak kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai kegiatan Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (30/3).
Baca juga : Ini Imbauan Mendikdasmen untuk Satuan Pendidikan Terkait Efisiensi Energi
Ia juga mengimbau pihak sekolah agar dapat menggalakkan kegiatan daur ulang sampah bersama para murid sehingga sampah-sampah yang ada di lingkungan sekolah dapat diolah dan diubah menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Selain itu, Mu'ti pun mengimbau Pemerintah Daerah untuk meningkatkan layanan transportasi umum di wilayah masing-masing sehingga memungkinkan para murid untuk menggunakan angkutan umum sebagai pilihan transportasi menuju ke sekolah masing-masing.
Pasalnya, Mu'ti menilai saat ini para murid cenderung menggunakan sepeda motor untuk menuju sekolah masing-masing dikarenakan kurangnya jangkauan layanan transportasi umum di lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca juga : Hemat BBM, Kemenimpas Terapkan WFA
“Dan sekarang ini kan ada kecenderungan untuk sebagian anak-anak ini lebih nyaman pakai sepeda motor daripada angkutan umum. Menurut saya, kalau ada angkutan umum yang aman, nyaman, anak-anak ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Itu kan lebih hemat energi, mengurangi polusi. Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah,” katanya.
Sebelumnya pada Kamis (19/3), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Presiden Prabowo Subianto kepada beberapa menterinya menginstruksikan efisiensi energi menyasar kepada sektor-sektor yang spesifik sehingga kebijakan hemat energi itu berjalan tepat sasaran.
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Presiden Prabowo menerima laporan dari beberapa menteri mengenai antisipasi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di tengah ancaman krisis minyak imbas perang di negara-negara Teluk, Timur Tengah.
"Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global," kata Teddy. (Ant/P-3)





