PT Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT menghadirkan fitur riset berbasis institutional-grade bertajuk IPOT Views untuk mendorong investor ritel beralih ke ekosistem smart money, di tengah kompleksitas pasar saham yang semakin dipengaruhi pergerakan institusi global. Inisiatif ini diumumkan pada 30 Maret 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan aplikasi saham berbasis data dan analisis real-time.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menyatakan bahwa banyak investor ritel masih mengandalkan data yang tidak relevan seperti broker summary, yang bersifat tertunda dan berisiko menyesatkan pengambilan keputusan investasi.
"Investor sering merasa mengikuti pergerakan “bandar”, padahal hanya bereaksi terhadap data historis yang sudah tidak relevan dengan kondisi pasar terkini," ujar Sergio, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Melalui IPOT Views, perseroan menyediakan riset dengan standar yang biasa digunakan oleh investor institusi dan manajer aset, mencakup analisis fundamental, makroekonomi, serta struktur pasar. Platform ini dirancang untuk memberikan dasar analisis yang lebih terukur dan mengurangi ketergantungan pada spekulasi berbasis sentimen komunitas.
Selain riset, IPOT juga mengintegrasikan sistem market intelligence berbasis order flow dan live orderbook yang memungkinkan investor mengakses data pasar secara real-time. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi keputusan investasi sekaligus mengelola risiko secara lebih efektif.
Dalam pengembangan ekosistem, IPOT juga didukung infrastruktur dengan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, serta menghadirkan sejumlah fitur seperti xRDN yang memungkinkan dana menganggur tetap produktif dengan potensi imbal hasil sekitar 2% per tahun, indikator trading berbasis data real-time, serta sistem keamanan berlapis untuk melindungi aset investor.
Perseroan menilai, transformasi ini diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara investor ritel dan institusi, terutama dalam hal akses terhadap data dan kualitas analisis. Tanpa dukungan riset yang memadai, investor ritel berpotensi menjadi penyedia likuiditas bagi pelaku pasar besar.
Baca Juga: IHSG Naik Terus? Ini Tips Investasi Saham Biar Tak Salah Langkah
Baca Juga: Risiko Oversupply Mengintai di Balik Target Free Float 15%
Sergio menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam berinvestasi saham, dengan mengedepankan analisis yang terstruktur dan berbasis data.
“Jangan lagi mengambil posisi trading hanya karena ramai di komunitas atau terjebak ilusi broker summary. Pelajari cara membaca pasar dengan standar yang lebih tinggi melalui riset yang akurat di IPOT,” ujarnya.





