Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 13 truk Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur (Jaktim) hingga saat ini masih membantu untuk mengangkut sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati.
"Sampai hari ini juga, ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur Julius Monangta di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin.
Bantuan armada dan personel kebersihan tersebut untuk memastikan kondisi pasar tetap bersih dan tertata.
Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang memiliki peran vital dalam distribusi kebutuhan pangan.
Oleh karena itu, katanya, Pemerintah Kota Jakarta Timur merasa perlu untuk terus memberikan dukungan dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.
Baca juga: Target sepekan, LH Jaktim kerahkan 15 truk atasi sampah di Cipinang
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti akan mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," jelas Monang.
Monang menegaskan, bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi itu benar-benar tertangani dengan baik.
Selain itu, Monang juga memastikan, upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir seluruh sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dibersihkan sepenuhnya.
"Semoga dengan armada dan personel ini mampu menjaga kenyamanan pedagang dan pengunjung, sekaligus mencegah dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah," ucap Monang.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung dan tak kunjung terangkut hingga mengganggu aktivitas jual beli.
Baca juga: Gerobak sampah di TPS Cipinang mengular imbas longsor Bantargebang
"Sekarang makin menyempit jalannya karena sampah menggunung. Dulu masih lega, sekarang kendaraan susah lewat," kata salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Suratno (52).
Dia mengeluhkan kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli, terutama karena bau menyengat dan akses jalan yang semakin menyempit.
Apalagi, keluhan tersebut datang dari sejumlah pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar tempat penampungan sementara (TPS).
Kemudian, jajaran Suku Dinas LH Jaktim menangani tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (27/3) hingga Minggu (29/3).
Sudin LH Jaktim mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah secara intensif. Setiap harinya, sekitar 20 truk disiagakan untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sehingga penumpukan bisa terurai.
Baca juga: LH Jaktim tangani sampah di Pasar Induk Kramat Jati selama tiga hari
"Sampai hari ini juga, ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur Julius Monangta di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin.
Bantuan armada dan personel kebersihan tersebut untuk memastikan kondisi pasar tetap bersih dan tertata.
Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang memiliki peran vital dalam distribusi kebutuhan pangan.
Oleh karena itu, katanya, Pemerintah Kota Jakarta Timur merasa perlu untuk terus memberikan dukungan dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.
Baca juga: Target sepekan, LH Jaktim kerahkan 15 truk atasi sampah di Cipinang
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti akan mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," jelas Monang.
Monang menegaskan, bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi itu benar-benar tertangani dengan baik.
Selain itu, Monang juga memastikan, upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir seluruh sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dibersihkan sepenuhnya.
"Semoga dengan armada dan personel ini mampu menjaga kenyamanan pedagang dan pengunjung, sekaligus mencegah dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah," ucap Monang.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung dan tak kunjung terangkut hingga mengganggu aktivitas jual beli.
Baca juga: Gerobak sampah di TPS Cipinang mengular imbas longsor Bantargebang
"Sekarang makin menyempit jalannya karena sampah menggunung. Dulu masih lega, sekarang kendaraan susah lewat," kata salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Suratno (52).
Dia mengeluhkan kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli, terutama karena bau menyengat dan akses jalan yang semakin menyempit.
Apalagi, keluhan tersebut datang dari sejumlah pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar tempat penampungan sementara (TPS).
Kemudian, jajaran Suku Dinas LH Jaktim menangani tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (27/3) hingga Minggu (29/3).
Sudin LH Jaktim mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah secara intensif. Setiap harinya, sekitar 20 truk disiagakan untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sehingga penumpukan bisa terurai.
Baca juga: LH Jaktim tangani sampah di Pasar Induk Kramat Jati selama tiga hari





