Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan pertanian perkotaan melalui panen raya serentak di 807 titik yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota pada Senin.
Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah yang mencapai 98 persen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan panen raya melibatkan seluruh pimpinan wilayah dari lima kota administrasi dan satu kabupaten.
"Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh seluruh pimpinan wilayah dari lima wilayah kota dan satu kabupaten yang tersebar di 807 lokasi panen," ungkapnya.
Sebaran Lokasi dan Hasil PanenPanen raya dilaksanakan di berbagai wilayah dengan Jakarta Timur menjadi lokasi terbanyak yakni 414 titik, disusul Jakarta Selatan 177 titik, Jakarta Utara 94 titik, Jakarta Barat 60 titik, Jakarta Pusat 58 titik, dan Kepulauan Seribu 4 titik.
Total luas lahan yang dipanen mencapai sekitar 12.567 meter persegi dengan estimasi hasil panen hingga 15 ton.
Berbagai komoditas yang dipanen meliputi cabai, sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman obat keluarga, serta ikan konsumsi.
Salah satu lokasi utama berada di kawasan greenhouse Pulo Gebang, Jakarta Timur, yang sebelumnya merupakan lahan terlantar dan kini dikembangkan menjadi area pertanian produktif.
Dorong Ketahanan Pangan dan Partisipasi WargaHasudungan menyebut kegiatan ini melibatkan sekitar 3.000 orang dari unsur ASN, PKK, kelompok tani, hingga masyarakat umum.
"Panen raya ini bukan sekadar kegiatan memanen, tetapi juga menjadi simbol upaya kita bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni pekarangan rumah," ujarnya.
Ia menegaskan urban farming menjadi solusi strategis dalam menghadapi keterbatasan lahan di kota besar sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.
"Harapan kami, ini menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Jakarta yang lebih hijau, sehat, berdaya saing, dan berketahanan pangan," kata dia.
Pemprov DKI Jakarta optimistis kolaborasi berbagai pihak dapat meningkatkan produksi pangan secara bertahap di tengah tantangan perkotaan.




