Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tokyo
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan akan mengawal penuh proses pemulasaraan hingga pemulangan jenazah Praka Farizal Ramadan, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono di sela kunjungan kerjanya di Jepang, Senin 30 Maret 2026.
Menlu Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Farizal akibat eskalasi situasi keamanan di markas UNIFIL, Lebanon Selatan. Selain satu personel gugur, insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.
“Saya menyampaikan duka dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit kita, Praka Farizal Ramadan, yang bertugas sebagai bagian dari kontingen UNIFIL di Lebanon,” ujar Sugiono dalam keterangannya yang diterima, Senin.
Berdasarkan laporan terkini, satu prajurit yakni Praka Rico Pramudia masih dalam kondisi kritis atau koma, sementara dua lainnya yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
“Almarhum gugur, sementara tiga prajurit lainnya terluka. Satu mengalami luka berat dan saat ini dalam kondisi koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan. Kami, atas nama pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tegasnya.
Menlu menjelaskan bahwa KBRI Beirut telah ditugaskan untuk terus memantau kondisi seluruh prajurit di lapangan. Selain itu, Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York dijadwalkan bertemu dengan pimpinan operasi penjaga perdamaian PBB guna membahas pemulangan jenazah dan mendorong investigasi menyeluruh.
Pemerintah Indonesia juga mengecam keras serangan yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan dan mendesak semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan.
“Kami mengecam keras insiden ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan. Kami kembali meminta kepada semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan, mengingat dampak konflik dalam satu bulan terakhir telah dirasakan sangat besar,” kata Sugiono.
Saat ini, pihak UNIFIL tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban dari personel penjaga perdamaian tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





