Tapanuli Tengah: Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin, 30 Maret 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan banjir menggenangi wilayah yang meliputi Kelurahan Tapian Nauli II di Kecamatan Tapian Nauli, serta Kelurahan Pondok Batu dan Kelurahan Pasir Bidang di Kecamatan Sarudik.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi berdasarkan laporan dari tim kaji cepat bahwa tinggi muka air yang merendam ratusan unit rumah warga tercatat berkisar antara 10 hingga 20 centimeter akibat hujan deras sejak Sabtu, 28 Maret 2026, petang.
"BPBD Tapanuli Tengah bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk penanganan darurat," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
Baca Juga :
Waspada Banjir Rob di Bintan dan Lingga hingga 12 April
Abdul menambahkan genangan banjir sudah mulai surut. Namun, hingga saat ini tim petugas gabungan masih bersiaga di lokasi mengawal warga yang sebelumnya dievakuasi kembali ke rumah masing-masing.
"Yang dilaporkan Minggu, 29 Maret 2026, air sudah surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing," ungkapnya.
Ilustrasi Medcom.id
Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana susulan.
Abdul mengingatkan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.




