Kronologi Pasutri Pemudik di Cianjur Tewas Terseret Banjir-Masuk Gorong-gorong

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pasutri pemudik motor asal Sumedang tewas usai terseret banjir luapan drainase di ruas Jalan Raya Puncak, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Begini kronologinya:

Minggu, 29 Maret 2026Pukul 18.10 WIB

Kawasan itu diguyur hujan lebat, Minggu (29/3) sekitar pukul 18.10 WIB.

Korban yang merupakan pasangan suami istri, yakni Tubagus Suharyana (57) dan istrinya Sri Vebrianti (45), tengah melakukan perjalanan arus balik pada masa libur Lebaran 2026 ke kampung halamannya di Kabupaten Sumedang, usai mereka bersilaturahmi ke kerabatnya di wilayah Bogor.

Tepat di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban mencoba mendahului kendaraan yang ada di depannya dengan kondisi badan jalan yang digenangi arus banjir dari luapan drainase.

Diduga kehilangan kendali, sepeda motor korban terjatuh hingga mengakibatkan korban terseret dan hanyut masuk ke aliran drainase tanpa penutup yang ada di kanan jalan nasional itu.

Kejadian itu sempat menghebohkan pengendara dan warga sekitar yang langsung melaporkan peristiwa itu ke pos pengamanan Ops Ketupat Lodaya Polres Cianjur di seputaran persimpangan Pegadaian, Pacet.

Polisi yang menerima laporan itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan hanya menemukan sepeda motor milik korban yang tersangkut di aliran drainase tanpa penutup.

Kemudian, kepolisian berkoordinasi dengan unsur SAR untuk melakukan pencarian korban yang dipimpin langsung Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi.

Pukul 20.30 WIB

Jajaran kepolisian mendapatkan informasi dari pos pengamanan Ops Ketupat Lodaya Cikalongkulon terkait adanya penemuan sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki yang tersangkut di saluran irigasi Junghil di Kampung Majalaya, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, atau berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian korban terseret.

Mayat laki-laki tersebut kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Sayang, Cianjur, untuk dilakukan identifikasi dengan pemeriksaan luar mayat menggunakan alat INAFIS. Dari pemeriksaan itu diketahui korban atas nama Tubagus Suharyana (57) asal Sumedang.

Kepolisian kemudian menghubungi pihak keluarga korban, dan pihak keluarga mengakui jika jenazah tersebut merupakan keluarganya yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa banjir luapan drainase di Jalan Raya Puncak, Cipanas.

Usai penemuan korban pertama, operasi pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan Senin (30/3) pagi yang diawali dengan apel kesiapan personel di seputar titik awal korban terseret di seputaran Hotel Delaga Biru, Pacet.

Senin, 30 Maret 2026

Saat personel gabungan tengah apel kesiapan, kembali perwira pos pengamanan Ops Ketupat Lodaya Cikalongkulon menginformasikan terkait adanya temuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan yang mengambang di Bendungan Cirata, Kampung Gelar, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon.

Menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan kemudian menuju ke lokasi penemuan yang berjarak sekitar 35 kilometer dan langsung membawa jenazah tersebut ke kamar mayat RSUD Sayang, Cianjur, untuk proses pemeriksaan dan identifikasi mayat.

Dari hasil pemeriksaan menggunakan alat INAFIS, jenazah perempuan itu identik dengan korban atas nama Sri Vebrianti asal Sumedang.

Selanjutnya, kedua jenazah suami istri pemudik motor itu dilakukan pemulasaraan dan dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Sumedang untuk dimakamkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makam Keramat Palsu di Pandeglang Dibongkar, Kades: Asal-usul Tak Jelas
• 6 jam laludetik.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Rajin Olahraga meski Sibuk
• 21 menit lalubeautynesia.id
thumb
Hamzah Jalante: Dari Geografis hingga Ekonomi, Luwu Raya Layak Jadi Provinsi Baru
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Satu Keluarga di Jombang Hidup Bersama Belasan Ular Piton, Berawal dari Hobi Jadi Sumber Cuan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Haji, KPK Duga Gus Alex Terima USD 30 Ribu-Dirjen PHU Kemenag USD 5.000
• 1 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.