Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tokyo
Pemerintah Indonesia dan Jepang resmi menyepakati kerja sama ekonomi strategis senilai 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp 370 triliun dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata penguatan transformasi ekonomi nasional melalui kolaborasi internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa penandatanganan tersebut dilakukan dalam acara business session yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo. Investasi besar ini mencakup berbagai sektor krusial bagi pembangunan Indonesia ke depan.
“Tadi Bapak Presiden menghadiri acara business session yang pada kali ini ditandatangani sekitar USD 22 miliar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang,” kata Sugiono dalam keterangannya yang diterima pada Senin, 30 Maret 2026..
Dalam forum bisnis tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia kini tengah melakukan transisi besar, khususnya menuju energi terbarukan. Pemerintah juga berkomitmen menyederhanakan regulasi demi menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi para investor global.
“(Penandatanganan kesepakatan) ini menunjukkan bahwa hubungan yang tercipta di bidang ekonomi juga semakin intens. Dan juga tadi disampaikan oleh Bapak Presiden dalam sambutannya bahwa Indonesia pada prinsipnya melakukan sebuah transformasi khususnya di bidang ekonomi,” imbuh Sugiono.
Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Japan-Indonesia Forum mengapresiasi peran konsisten Jepang dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia selama puluhan tahun, terutama di sektor manufaktur dan infrastruktur.
“Jepang merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan ekonomi kedua negara telah terjalin selama puluhan tahun, ditandai dengan partisipasi kuat perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor ekonomi Indonesia. Jepang juga secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa di tengah situasi geopolitik global yang dinamis, menjaga hubungan baik dengan semua pihak adalah langkah yang bijaksana. Indonesia tetap berkomitmen pada politik luar negeri bebas aktif dalam menjalin kerja sama ekonomi.
“Situasi geopolitik global saat ini menunjukkan bahwa negara-negara yang mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik dengan negara tetangga maupun kekuatan besar dunia, sejatinya tengah menjalankan kebijakan yang rasional dan bijaksana. Dalam konteks ini, Indonesia memandang hubungan dengan Jepang sebagai hal yang sangat penting,” tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





