Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025. Perseroan bahkan mampu membukukan pertumbuhan laba bersih dobel digit sepanjang tahun lalu.
Melansir laporan keuangan INDF, total pendapatan yang mampu dibukukan perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp123,49 triliun. Realisasi itu mencerminkan pertumbuhan hingga 6,65% YoY dari Rp115,78 triliun pada periode yang sama 2024.
Kontribusi terbesar pendapatan Indofood masih datang dari produk konsumen bermerek, dengan pendapatan senilai Rp75,37 triliun sepanjang 2025. Mengekor di belakangnya, pendapatan dari segmen Bogasari juga tercatat senilai Rp24,50 triliun, agribisnis sebesar Rp16,19 triliun, hingga distribusi senilai Rp7,42 triliun sepanjang tahun lalu.
Realisasi seluruh segmen penjualan itu mencerminkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Indofood membukukan pendapatan dari produk konsumen bermerek senilai Rp72,95 triliun, Bogasari senilai Rp23,99 triliun, agribisnis sebesar Rp11,83 triliun, dan distribusi senilai Rp7,00 triliun.
Sejalan dengan meningkatnya penjualan perseroan, INDF turut membukukan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp82,30 triliun per Desember 2025, naik dari Rp75,64 triliun pada periode yang sama 2024.
Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan INDF tercatat senilai Rp41,19 triliun pada tahun lalu, naik 2,64% YoY dibandingkan Rp40,13 triliun pada periode Januari—Desember 2024.
Baca Juga
- Emiten Konsumer INDF hingga GOOD Siapkan Strategi Mitigasi Efek Domino Perang Iran-AS
- Indofood (INDF) Bicara Risiko Kenaikan Harga Bahan Baku Akibat Perang AS-Iran
- Review MSCI Februari 2026 Tekan Pergerakan Saham INDF, ACES dan CLEO
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, Indofood membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp10,68 triliun pada 2025. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 23,61% YoY dari Rp8,64 triliun pada periode yang sama 2024.
Alhasil, melesatnya laba bersih Indofood turut mengerek laba per saham menjadi Rp1.217 pada 2025, dari Rp984 per saham pada 2024.
Dari sisi neraca, Indofood membukukan total aset senilai Rp217,98 triliun per Desember 2025. Realisasi itu meningkat dari Rp201,71 triliun pada Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh bertumbuhnya aset lancar perseroan menjadi Rp90,39 triliun.
Sementara itu, total liabilitas yang mampu dibukukan perseroan tercatat senilai Rp97,74 triliun per Desember 2025. Realisasi itu mencerminkan pembengkakan dari Rp92,72 triliun pada periode yang sama 2024.
Di satu sisi, ekuitas perseroan tercatat senilai Rp120,23 triliun per Desember 2025, naik dibandingkan Rp108,99 triliun pada Desember 2024. Kenaikan terutama disebabkan oleh saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





