Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tokyo
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan arah transformasi ekonomi dan strategi transisi energi nasional di hadapan para pengusaha Jepang dalam forum Japan-Indonesia Forum di Tokyo, Senin 30 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menarik mitra internasional dalam mendukung reformasi besar-besaran di berbagai sektor.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien demi menjamin supremasi hukum serta kepastian bagi para investor.
“Kami ingin para mitra kami tahu bahwa Indonesia bertekad untuk melaksanakan reformasi nyata. Kami ingin menciptakan masyarakat modern dan rasional. Kami ingin menegakkan supremasi hukum. Rakyat kami menuntut pemerintahan yang baik, bersih, dan efisien,” ujar Presiden Prabowo.
Fokus transformasi ekonomi yang diusung pemerintah meliputi hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Presiden menegaskan perlindungan terhadap mineral kritis sebagai aset strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
“Kita harus mengamankan nilai ekonomi tertinggi dari sumber daya kita. Kita tidak bisa lagi puas hanya dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral-mineral penting kita adalah aset strategis. Sumber daya mineral kita harus dilindungi demi generasi mendatang,” ungkapnya.
Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian besar pada kelestarian lingkungan dan mengajak mitra internasional untuk mendukung reboisasi hutan yang telah rusak sebagai kontribusi nyata bagi kesehatan planet bumi.
“Hutan-hutan yang telah hancur harus direboisasi secara besar-besaran. Bukan hanya untuk kebaikan Indonesia, tetapi juga untuk kebaikan dunia. Banyak yang mengatakan bahwa kita adalah paru-paru planet ini. Jadi, mari kita lindungi paru-paru tersebut,” lanjut Kepala Negara.
Lebih lanjut, dalam forum tersebut Presiden Prabowo mengungkapkan komitmen percepatan transisi energi melalui pengembangan energi surya secara masif dalam waktu dekat.
“Kita ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi matahari. Kami memiliki rencana dan bertekad untuk segera mewujudkannya. Dalam tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini mendesak melihat situasi yang ada,” tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





