Desa Tempur di Jepara yang Rawan Longsor, Sebulan 5 Kali Longsor

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Desa Tempur di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dihantam longsor sampai lima kali dalam sebulan ini. Akses ke desa juga terputus akibat bencana tersebut.

Kondisi geografi berupa tebing tinggi dan tanah yang labil membuat titik tersebut rawan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, area tebing Desa Tempur rawan longsor. Selain itu di atas tebing-tebing juga terdapat material bebatuan yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan longsor.

"Di atas tebing ada material bebatuan yang bisa mengakibatkan longsoran," katanya kepada kumparan, Senin (30/3).

Ia bilang longsor pada bulan ini terjadi mulai Minggu (8/3). Longsor terbaru terjadi pada Sabtu (28/3).

"Area tersebut tebingnya tegak lurus. Kemudian selain itu kondisi tanahnya memang mudah longsor. Setiap hujan deras sering longsor di titik-titik yang berbeda," terang Arwin.

Lebih lanjut, Arwin menyebut longsoran yang terjadi pada Sabtu (28/3) itu menutup akses jalan penghubung Desa Tempur dengan Desa Damarwulan. Bahkan batu yang menutup itu ukurannya sebesar kerbau bahkan satu mobil.

"Untuk saat ini akses jalur tersebut belum bisa dilewati. Masyarakat untuk sementara waktu bisa menggunakan jalur lain," ungkapnya.

Jalur Desa Tempur dengan Desa Damarwulan memang menjadi akses rutin masyarakat setempat. Mengingat saat ini jalur tersebut belum dapat dilewati, Arwin menyarankan masyarakat menggunakan jalur lain, salah satunya melewati Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sementara itu, saat ini pihaknya bersama Pemkab Jepara sedang membuka akses jalan baru. Yakni di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara menuju ke Desa Tempur.

Lebih lanjut, masyarakat diminta waspada ketika melintasi jalur yang rawan longsor. Utamanya ketika sedang musim hujan.

"Imbauan kami kepada masyarakat tetap waspada dan berhati-hati ketika melintasi kawasan yang rawan longsor," imbuhnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau lokasi longsor di Desa Tempur Kecamatan Keling, pada Sabtu (28/3) sore. Selain pembersihan material longsor, Pemkab Jepara juga fokus merampungkan pembukaan jalur baru menuju kawasan desa wisata yang berada di Pegunungan Muria tersebut.

Menurut Bupati Witiarso, selain membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan, pihaknya juga fokus pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur. Jalur tersebut sedang digarap dari arah Sumanding menuju Tempur atau sebaliknya.

Panjang jalur baru itu sekitar 6 kilometer. Saat ini, pembukaan jalur baru tersebut sudah hampir 5 kilometer. Ditargetkan empat pekan lagi pembukaan jalur baru itu sudah rampung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Bulgaria Kalahkan Indonesia di Final FIFA Series 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Menpar Minta Japan Airlines Tambah Penerbangan ke Bali dan Yogyakarta
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Update Pemulihan Tanggap Darurat Banjir Sumatera, Bantuan Kemanusiaan dan Nutrisi Masih Disalurkan
• 23 jam laludisway.id
thumb
Banjir Rendam Jalan TB Simatupang-Fatmawati Jaksel, Begini Kondisi Terkini
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Kejari Ungkap Pola Korupsi Kasus Amsal Sitepu: Dari Mark Up hingga Talent Fiktif
• 10 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.