Jakarta, VIVA - Analis Phintraco Sekuritas menyoroti pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan tekanan terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026.
IHSG ditutup turun tipis 0,07 persen atau 5,38 poin ke level 7.091,67. Koreksi telah terjadi pada awal perdagangan lalu berangsur berkurang menjelang penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG bergerak cenderung sideways meski masih berada di zona merah.
"Saham sektor keuangan mencatatkan pelemahan terbesar dikontribusikan oleh pelemahan saham BBCA karena memasuki ex date dividen," ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam riset harian, Senin, 30 Maret 2026.
Sektor keuangan anjlok 1,17 persen disusul koreksi sektor bahan baku sebesar 0,80 persen dan sektor properti tergerus 0,46 persen.
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Fluktuasi saham BBCA dikaitkan mendekati tanggal pencatatan daftar pemegang saham (DPS) yang berkah atas dividen tunai atau ex date pada tanggal 31 Maret 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen tunai tahun buku cair pada 8 April 2026.
Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 34,5 triliun. Setiap investor akan mengantongi cuan sebesar Rp 281 per lembar saham.
Sementara itu, saham BBCA ditutup kinclong di level 6.450 usai membukukan kenaikan sebesar 0,48 persen atau 31 poin pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Namun, saham bank swasta ini sempat tergerus ke area 6.425 setelah naik ke posisi 6.475 bahkan terpantau terbang ke level 6.500 pada sesi kedua.
Analis Phintraco Sekuritas juga mengatakan koreksi IHSG dipicu lesunya kinerja saham perbankan lainnya di tengah kekhawatiran akan prospek ekonomi. Saham BBNI tergerus 1,28 persen, saham BBRI kehilangan 1,75 persen sedangkan saham BBTN naik 0,40 persen.
Sedangkan, emiten saham swasta, seperti saham Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dan Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), terpantau stagnan.





