REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAS) Yogyakarta, Prof Muchlas, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam proyek pengembangan rudal anti-pesawat Merapi-R yang digarap bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Rudal tersebut bahkan dinilai berpotensi menjadi embrio sistem pertahanan udara mirip “Iron Dome” versi Indonesia.
Baca Juga
Suami Istri di Dunia, Apakah akan Kembali Berkumpul Kelak di Akhirat?
Media Iran Sambut Rencana Invasi Darat AS dengan Judul Besar: Welcome to Hell
Akankah Pasukan Elite AS Mampu Rebut Uranium Iran Lewat Agresi Darat? Ini Kata Pakar Militer
Prof Muchlas menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari tim peneliti, uji fungsi rudal Merapi-R telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.
“Secara uji fungsi, Rudal Merapi siap dikembangkan menjadi senjata untuk keperluan perang, bahkan sangat taktis untuk dikembangkan menjadi embrio Iron Dome versi Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/3/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;}
Meski demikian, dia menegaskan bahwa tidak semua spesifikasi teknis dapat dipublikasikan secara terbuka.
Hal ini berkaitan dengan aspek strategis dan keamanan nasional. Namun, sejumlah spesifikasi umum telah diungkap kepada publik.
"Spesifikasi tidak dapat disampaikan secara terbuka, tetapi secara umum telah dirilis," ucapnya.