jpnn.com, KUDUS - Sebanyak 221 rumah warga di empat desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang pada Senin (30/3) sore.
Bencana ini terjadi menyusul hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 15.30 WIB.
BACA JUGA: Angin Puting Beliung Menerjang Desa Mekarsari Pacet, Belasan Bangunan Rusak
"Data sementara, tercatat ada 221 rumah warga tersebar di empat desa, yakni Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini yang terdampak angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko, di Kudus, Senin.
Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan disertai angin.
BACA JUGA: Desa Mekarsari Jabar Diterjang Angin Puting Beliung, 16 Bangunan Rusak
Namun, sekitar pukul 15.35 WIB, curah hujan meningkat menjadi sangat deras disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang serta merusak atap dan genteng rumah warga, baik ringan maupun berat.
Selain kerusakan rumah, dua bangunan juga dilaporkan roboh di Desa Terangmas. Salah satunya rumah milik warga bernama Seketi yang roboh total. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Undaan untuk mendapatkan perawatan medis.
BACA JUGA: 242 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Cirebon
Sementara itu, satu bangunan lainnya berupa gudang tratak di desa yang sama juga roboh, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
"Setelah kejadian angin kencang tersebut, kondisi cuaca masih hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujarnya.
BPBD mencatat, untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap, dibutuhkan sekitar 14.400 genteng.
Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Glagahwaru dan Desa Medini, tepatnya di Jalan Kudus–Purwodadi Gang 14 dan Jalan Kampung Gang 15.
Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen, koordinasi dengan dinas terkait, dokumentasi, serta pelaporan kepada pimpinan.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan bencana tersebut, di antaranya Camat Undaan, BPBD Kabupaten Kudus, TRC BPBD, aparat kecamatan dan desa, serta berbagai relawan seperti Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Undaan, Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Undaan Rescue.
BPBD juga mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik pangan dan material untuk membantu warga terdampak.
Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses perhitungan dan laporan yang disampaikan bersifat sementara karena asesmen masih berlangsung.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




