Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi disertai letusan abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak pada Senin malam, 30 Maret 2026.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 21.06 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang seperti dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut dia, kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 158 detik.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami 10 kali erupsi sejak pagi hingga malam, dengan erupsi pertama terjadi pada pukul 00.44 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Baca Juga :
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 3,5 Km
Ia menjelaskan bahwa saat ini Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Rekomendasi untuk masyarakat adalah tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan pada Minggu (29/3/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.




